JNE ungkap tiga faktor pemicu keterlambatan pengiriman barang

Kamis, 11 Oktober 2018 16:32 Reporter : Dwi Aditya Putra
JNE ungkap tiga faktor pemicu keterlambatan pengiriman barang Logo JNE. ©Istimewa

Merdeka.com - Vice President of Technology PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Arief Rahardjo mengungkapkan ada tiga faktor yang menyebabkan pengiriman barang dilakukan perusahaanya tidak tepat waktu. Menurutnya sejumlah pengerjaan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang dinilai menghambat.

"Tantangan terbeasar di Indoensia logistik di e-commerce adalah infrastruktur. Apalagi kalau saat ini menuju ke Bandung lewat Cikampek terus ada proyek pembangunan itu macet dan itu menjadi tantangan bagaimana JNE bisa mengirim barang tepat waktu menjadi tantangan sendiri," kata Arief saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/10).

Aruf melanjutkan, faktor lain yang menjadi penyebab keterlambatan dalam hal pengiriman barang yakni adalah cuaca. Cuaca yang tidak menentu seperti terjadinya hujan bahkan angin kencang kerap kali membuat sejumlah kurir harus menahan pengiriman tersebut.

Disisi lain, lanjut Arief beberapa kebijakan pemerintah seperti pemberlakukan ganjil genap di ruas jalan pada kendaraan roda empat juga menjadi faktor keterlambatan. "Seperti ganjil genap itu juga berdampak juga buat kami begitu ya. Karena gak semu mobil JNE nomernya ganjil semua dan sebaliknya dan ini menjadi tantangan sendiri," kata Arief.

Padahal, kata Arief rata-rata setiap bulannya perusahaan mampu melayani sekitar 20 juta pengiriman barang melalui 6.000 titik pelayanan yang tersebar di Indonesia. Oleh karenanya, beberapa faktor tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan. Sebab, kecepatan dalam pengiriman barang juga menjadi suatu kewajiban JNE dalam memberikan layanan kepada konsumen.

Sebelumnya, JNE menggandeng Oracle salah satu perusahaan database, dengan membuat trobosan Oracle Management Cloud (OMC) yang dapat memantau lebih dari seratus layanan JNE pada pengiriman ekspres. Lewat platform baru ini, baik konsumen maupun internal JNE dapat memantau beberapa inovasi melalui aplikasi, salah satunya adalah sistem pelaporan untuk pelacakan barang bagi para konsumen e-commerce.

"Hal ini memungkinkan konsumen untuk mengetahui di mana kiriman mereka berada di setiap tahap perjalanan pengiriman barang serta memberikan JNE visibilitas menyeluruh untuk keseluruhan transaksi, yang pada akhirnya menghasilkan performa yang baik serta waktu respons yang lebih cepat," kata Direktur JNE, Chandra Fireta. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Logistik
  2. Jakarta
  3. Ekonomi Indonesia
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini