Jika proyek Pelabuhan Benoa terhambat, pemerintah bakal lakukan ini

Minggu, 30 Juli 2017 17:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Jika proyek Pelabuhan Benoa terhambat, pemerintah bakal lakukan ini Benoa Pelabuhan. Merdeka.com

Merdeka.com - Penasihat Khusus Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo mengatakan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah menyiapkan opsi untuk mengembangkan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali Utara.

Hal ini akan dilakukan jika pembangunan proyek percontohan Benoa Port khusus bagi kapal wisata (cruise) terhambat, mengingat pembangunan infrastruktur pelabuhan wisata di Bali tengah terkendala birokrasi.

"Bila pembangunan Benoa terhambat, masih ada opsi pengembangan di Bali Utara. Pelabuhan Celukan Bawang dapat dikembangkan sebagai pelabuhan untuk cruise," kata Indroyono seperti dikutip Antara, Minggu (30/7).

Dia menilai, seharusnya birokrasi tidak menghambat investasi. Sebab, untuk memenuhi target kunjungan wisata, pemerintah harus terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas pelabuhan untuk kapal-kapal wisata juga menjadi perhatian pemerintah.

Pelabuhan Celukan Bawang memiliki kedalaman alami, sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan. Lahan yang luas juga luas bisa menampung ratusan kendaraan yang akan membawa wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata.

Destinasi wisata di Bali Utara seperti Pantai Lovina, Danau Beratan, Kebun Raya Bedugul, Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan juga akan dapat dioptimalkan serta membuka kemungkinan pengembangan destinasi-destinasi baru di kawasan tersebut.

Tim Kemenko Maritim juga telah melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Celukan Bawang pada Jumat (28/7) dan menilainya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pelabuhan cruise.

General Manager Pelindo III Celukan Bawang Made Rusly Sunia Jaya menjelaskan sampai saat ini sudah ada kapal-kapal cruise yang berlabuh di Celukan Bawang seperti Silver Whisper dan Seabourne Encore yang berpenumpang sekira 2.000-3.000 pax.

"Saat ini Celukan Bawang terlalu kecil untuk kapal cruise sebesar Royal Carribean (4.000 pax), tapi potensi pengembangan ada. Untuk berwisata ke Bali Utara, melalui pelabuhan Celukan Bawang, ada alternatif jalur udara, lewat Banyuwangi dan menyeberang dengan ferry satu jam saja. Jadi destinasi yang berkembang tidak hanya Buleleng, Singaraja tapi juga Banyuwangi dan sekitarnya," ujar Made.

Jarak lokasi wisata terjauh dari Celukan Bawang adalah Batur Unesco Global Geopark (Kintamani) dan Singaraja yang juga menjadi sentra perkebunan anggur yang telah memiliki kilang anggur (winery) yang telah mendapatkan penghargaan internasional.

"Sudah ada usulan untuk mengembangkan wine (anggur) tanpa alkohol, agar wine lokal Bali bisa dinikmati semua kalangan, bagian dari pengembangan wisata Bali Utara," jelasnya.

[idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini