Jepang siapkan Rp 900 miliar bangun 3 mal baru di Jabodetabek

Selasa, 7 Juni 2016 15:15 Reporter : Idris Rusadi Putra
Jepang siapkan Rp 900 miliar bangun 3 mal baru di Jabodetabek Kepala BKPM Franky Sibarany. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi investasi senilai Rp 900 miliar dari salah satu perusahaan asal Jepang. Perusahaan tersebut tertarik membangun tiga pusat perbelanjaan atau mal di Indonesia, tepatnya di Jabodetabek.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, perusahaan itu berminat membangun tiga pusat perbelanjaan dalam dua tahun ke depan dan saat ini tengah riset untuk menentukan lokasi proyek di Jabodetabek.

"Dari satu proyek pembangunan shopping center saja diperkirakan bisa mencapai Rp 300 miliar. Jadi kami mengidentifikasi nilai investasi bisa untuk tahap awal bisa mencapai Rp 900 miliar. Cukup besar, dan investor menargetkan proyek ini dapat selesai dalam dua tahun ke depan. Untuk itu kami bantu terus, agar nilai investasinya bisa segera masuk," kata Franky seperti ditulis Antara, Selasa (7/6).

Franky menambahkan, perusahaan telah memilih mitra lokal untuk pembangunan proyek tersebut. Diperkirakan pembangunan sebuah shopping center dapat selesai dalam 1,5 tahun.

Selain di Indonesia, perusahaan saat ini sudah memiliki cabang usaha di Kamboja. Menurut Franky, Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi investor, karena potensi pasar yang begitu luas dan adanya Masyarakat Ekonomi Asean.

"Mereka sudah ada mitra lokal yang berpengalaman di bidangnya, tinggal tunggu lokasi yang tepat saja. Untuk rencana jangka panjang jika ketiga shopping center di Jabodetabek ini sudah rampung, perusahaan berniat untuk mulai riset di Surabaya dan Makassar," lanjutnya.

Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) Tokyo, Saribua Siahaan mengaku siap memfasilitasi dan mengawal proyek-proyek prioritas pemerintah sehingga investor Jepang dapat mengembangkan usahanya dengan cepat dan sesuai target.

"Kami selalu siap untuk memfasilitasi dan mengawal kebutuhan investor, sehingga target mereka tercapai dan puas dengan pelayanan BKPM. Dengan begitu, kami berharap kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dapat terus meningkat," katanya.

Berdasarkan data BKPM, pertumbuhan komitmen investasi Jepang masuk dalam 10 negara prioritas pemasaran yang pada 2015 naik 40 persen di atas pertumbuhan komitmen investasi asing yang hanya 29 persen. Posisi Jepang berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan 95 persen mencapai USD 8,1 miliar. Di atas Jepang terdapat China sebesar USD 22,2 miliar atau naik 42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian Singapura naik 69 persen menjadi USD 16,3 miliar.

Setelah Jepang, Korea Selatan juga mencatatkan kenaikan komitmen investasi 86 persen menjadi USD 4,8 miliar.

Sedangkan realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2015 mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode 2014. Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar USD 2,87 miliar dengan total 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini