Jembatan Ekonomi Lintas Batas: UMKM Papua Siap Ramaikan Border Trade Fair 2025 di PLBN Skouw

Penjabat Sekda Provinsi Papua Suzana Wanggai berharap Border Trade Fair 2025 menjadi ajang promosi UMKM Papua ke Papua Nugini, membuka peluang ekspor via darat dan memperluas jaringan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jembatan Ekonomi Lintas Batas: UMKM Papua Siap Ramaikan Border Trade Fair 2025 di PLBN Skouw
Penjabat Sekda Provinsi Papua Suzana Wanggai berharap Border Trade Fair 2025 menjadi ajang promosi UMKM Papua ke Papua Nugini, membuka peluang ekspor via darat dan memperluas jaringan. (AntaraNews)

Jayapura, 05/10 (ANTARA) - Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan Border Trade Fair (BTF) 2025. Acara ini diharapkan menjadi platform strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua untuk mempromosikan produk mereka ke negara tetangga, Papua Nugini (PNG).

Gelaran BTF 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 9 hingga 11 Oktober 2025. Lokasi pameran akan membentang dari halaman Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw hingga ke zona netral yang memisahkan wilayah Republik Indonesia dan Papua Nugini.

Saat ini, peluang pendaftaran bagi UMKM yang berminat untuk berpartisipasi dalam pameran dagang lintas batas ini masih terbuka lebar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal dan memperkuat hubungan ekonomi antarnegara.

Peluang Promosi dan Peserta BTF 2025

Suzana Wanggai menegaskan bahwa BTF 2025 merupakan kesempatan emas bagi UMKM Papua untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Hingga saat ini, sudah ada 30 pelaku UMKM yang menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam acara tersebut.

Para peserta UMKM ini akan memamerkan dan menjual beragam produk yang mereka hasilkan. Jenis produk yang akan dipamerkan meliputi aneka jenis makanan dan minuman, serta berbagai koleksi pakaian.

Selain UMKM dari Jayapura dan sekitarnya, kegiatan ini juga akan diramaikan oleh pengusaha asal Papua Nugini. Mereka akan turut serta menggelar produk-produknya di zona netral, menciptakan suasana perdagangan yang dinamis dan multinasional.

"Mudah-mudahan UMKM dapat memanfaatkan BTF untuk memperluas jaringan produknya hingga ke negara tetangga PNG," harap Suzana Wanggai, menekankan pentingnya acara ini bagi pengembangan bisnis lokal.

Jalur Ekspor Darat dan Pasar Potensial Papua Nugini

Papua Nugini (PNG) masih menjadi target utama bagi UMKM dan pengusaha Papua untuk tujuan ekspor. Suzana Wanggai menjelaskan bahwa harga produk yang ditawarkan dapat bersaing dan lebih murah, terutama karena kegiatan ekspor dapat dilakukan melalui jalur darat.

Proses ekspor via darat ini melintasi PLBN Skouw dan pos perbatasan PNG, yang secara signifikan mengurangi biaya logistik. Kemudahan akses ini menjadikan PNG pasar yang sangat menjanjikan bagi produk-produk UMKM Papua.

"Peluang ekspor masih sangat terbuka tidak saja ke PNG tetapi juga negara-negara di kawasan Pasifik," kata Suzana Wanggai. Pernyataan ini menunjukkan visi yang lebih luas untuk pengembangan pasar produk lokal di masa depan.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan UMKM, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah melalui perdagangan internasional. BTF 2025 diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk mewujudkan potensi ekspor Papua ke kancah global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi