Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jangan mudah termakan iklan properti yang menarik hati

Jangan mudah termakan iklan properti yang menarik hati Pameran REI 2013. ©2013 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pertumbuhan sektor properti di dalam negeri tengah menggeliat. Banyak pengembang yang berlomba-lomba menawarkan propertinya melalui brosur, billboard, hingga iklan di media massa dengan gambar yang menarik. Di balik kemegahan promosi, ada ancaman yang membayangi pengembang.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengancam akan mencabut izin pengembang nakal yang hanya menjual gambar tanpa ada gedung asli. Dalam UU telah diatur bahwa pengembang hanya boleh menjual properti mereka asalkan 20 persen bangunan sudah berdiri.

"Itu masalah hukum, bisa dilaporkan. Izin bisa dibatalkan, bahaya buat pengembang," kata Djan di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Diakuinya, pengembang yang menjual gambar properti tidak sepenuhnya salah karena tidak ada transaksi. Pengembang hanya melakukan pemesanan atau inden.

"Mereka sebetulnya tidak salah karena uang tidak banyak. Mereka tidak menyalahi karena tidak membeli, tidak membayar uang muka. Itu hanya tanda memesan," tutupnya.

Politisi PPP ini juga mengaku akan memberikan pemahaman kepada pembeli agar tidak tergoda dengan iming-iming harga. Pembeli harus mengetahui aturan pembelian properti.

"Pembeli kita ajarin juga. Kalau mau beli rumah, tanya satu, dua, tiga, empat, ini, itu tanya dulu," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP