Jaga Pelantikan Presiden 2019, Inilah Harga Drone CH-4 TNI Asal China

Minggu, 20 Oktober 2019 15:36 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Jaga Pelantikan Presiden 2019, Inilah Harga Drone CH-4 TNI Asal China Drone CH4. Instagram/@Indonesian_airforce

Merdeka.com - Kendaraan tempur milik tentara nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk mengamankan pelantikan presiden 2019. Kendaraan tempur tersebut beroperasi di beberapa titik, seperti di sekitar Gedung DPR/MPR hingga Istana Negara Jakarta.

Salah satunya alutsista itu adalah pesawat tanpa awak atau Drone CH-4 yang akan memantau segala pergerakan yang dinilai rawan keamanan. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, kalau pesawat tanpa awak itu mampu terbang 8 hingga 9 jam lamanya.

"Kalau pesawat tanpa awak itu ada 2 flight karena masing-masing pesawat bisa terbang 8 hingga 9 jam," kata Hadi.

"Pesawat tanpa awak ini kita terbangkan ada infra red, sehingga kalau ada sniper di atas gedung yang bukan kita tempatkan kita curigai di sana walaupun itu bukan sniper tapi ada metal ada orangnya itu kita curiga," tegasnya.

Dilansir dari Business Insider, CH-4 adalah pesawat tanpa awak buatan China. CH-4 disebut drone Predator dan Reaper versi China. Predator dan Reaper ialah drone buatan Amerika Serikat.

CH-4 dilaporkan dibanderol seharga USD 4 juta atau setara Rp56,5 miliar (asumsi Rp14.127 per USD). Jauh lebih murah dari milik Amerika yang mencapai USD 20 juta atau Rp282 miliar.

Pangsa pasar drone China didominasi oleh negara-negara Timur Tengah. Pada 2015, Irak membeli CH-4s untuk melawan ISIS. Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab tak lagi memilih AS dan berpaling ke CH4 China untuk digunakan melawan Houthi di Yaman. Yordania dan Mesir juga membeli drone dari China.

Drone China saat ini tengah digandrungi dunia karena murahnya harga dan kualitas yang cukup mumpuni. Penjualan drone membuat China diprediksi meraup untung hingga USD 22 miliar atau Rp310,8 triliun pada 2022.

Sebagai informasi, pesawat tanpa awak atau drone CH-4 akan memantau segala pergerakan yang dinilai rawan keamanan. Termasuk mendeteksi sniper apabila di sebuah lokasi tak menempatkan anggota dari TNI-Polri.

Selain itu ada sejumlah kendaraan tempur lain yang dikerahkan untuk mengamankan pelantikan presiden 2019. Berikut daftarnya.

Baca Selanjutnya: Panser Anoa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini