Deretan Kendaraan Tempur dan Mata Langit TNI Jaga Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Minggu, 20 Oktober 2019 13:07 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Deretan Kendaraan Tempur dan Mata Langit TNI Jaga Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin Pesawat F16 TNI AU. ©handout/dispenau

Merdeka.com - Kendaraan tempur milik TNI AU, TNI AL dan TNI AD dikerahkan untuk mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden, Minggu (20/10). Beberapa jenis kendaraan tempur tersebut beroperasi di beberapa titik, seperti di sekitar Gedung DPR/MPR hingga Istana Negara Jakarta Pusat.

Kendaraan tempur tersebut memiliki tugasnya masing-masing. Berikut kendaraan tempur milik TNI yang dikerahkan demi mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden:

1 dari 4 halaman

Drone CH4

Pesawat tanpa awak atau drone CH4 akan memantau segala pergerakan yang dinilai rawan keamanan, termasuk mendeteksi sniper apabila di sebuah lokasi tak menempatkan anggota dari TNI-Polri. Nantinya, drone CH4 mampu terbang 8 hingga 9 jam lamanya.

"Kalau pesawat tanpa awak itu ada 2 flight karena masing-masing pesawat bisa terbang 8 hingga 9 jam," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Pesawat tanpa awak ini kita terbangkan ada infra red, sehingga kalau ada sniper di atas gedung yang bukan kita tempatkan kita curigai di sana walaupun itu bukan sniper tapi ada metal ada orangnya itu kita curiga," tegasnya.

Kemudian, informasi dari drone akan disampaikan ke helikopter yang memantau mengitari Jakarta. Dari informasi itu, anggota TNI-Polri bergerak untuk mengecek lokasi yang dicurigai tersebut.

2 dari 4 halaman

Panser Anoa

Empat panser Anoa milik TNI AD bersiaga di belakang gedung DPR/MPR untuk menjaga keamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden. Selain di Gedung DPR/MPR, panser Anoa juga ditempatkan di kediaman Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

3 dari 4 halaman

Jet Tempur F-16

TNI AU mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden. Jet tempur buatan Amerika Serikat ini siap memantau keamanan melalui udara di beberapa titik hingga melakukan penyelamatan melalui udara saat keadaan darurat.

Dalam beberapa operasi militer, pesawat F-16 mendapatkan tugas untuk menetralisir kekuatan darat melalui udara. Bahkan juga melemahkan kekuatan musuh di udara.

4 dari 4 halaman

Pesawat Intai Boeing 737

Pesawat intai Boeing 737 milik Skadron udara 5 TNI AU siap melakukan operasi pengintaian udara saat pelantikan presiden dan wakil presiden. Skadron Udara 5 berada dibawah jajaran Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Tak hanya itu saja, TNI juga menyiapkan beberapa senjata canggih, seperti CN295, helikopter VVIP/VIP dan SAR, radar pertahanan udara, dan rudal anti serangan udara.

"Satgaspam TNI AU bertugas mengamankan wilayah udara nasional khususnya wilayah udara ibukota, mengamankan penerbangan dan pesawat khusus yang digunakan tamu-tamu negara, mengamankan perimeter bandara baik di Halim Perdanakusuma maupun Soekarno Hatta, dan standby penyelamatan via udara dalam keadaan darurat," katanya. [dan]

Baca juga:
Pintu Keluar Tol Slipi Khusus Tamu Undangan Pelantikan Presiden dan Wapres
Media Asing Soroti Ketatnya Pengamanan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Jakarta
Pedagang Makanan dan Minuman Gelar Lapak Dekat TNI-Polri Berjaga
Pelantikan Presiden 2019, PLN Siapkan 5 Lapisan Pengamanan Pasokan Listrik

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini