Ini pesan Mendag Enggartiasto saat bertemu pengusaha

Reporter : Syifa Hanifah | Rabu, 11 Januari 2017 20:44
Ini pesan Mendag Enggartiasto saat bertemu pengusaha
Mendag Enggartiasto blusukan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengadakan pertemuan bersama para pengusaha importir hortikultura. Dalam pertemuan tersebut, Enggar memfokuskan agar para importir memanfaatkan hasil produksi pertanian dalam negeri.

"Pertemuan kita tadi mengajak pengusaha importir untuk menyerap produk kita pertanian kita. Jadi pada saatnya kita akan membuat keseimbangan dengan presentase tertentu yang mereka bisa pasarkan di dalam negeri," kata Enggar, di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/1).

Dia juga terus mendesak agar para pengusaha ini jangan hanya menjadi importir melainkan menjadi eksportir. "Jadi kita dorong mereka karena mereka sudah punya jaringan. Tinggal kita dorong mereka untuk itu. Kami juga menyampaikan daerah yang potensial untuk menyerap produk pertanian, buah dan produk pertanian kita. Antara lain beras organik kita diekspor juga sangat potensial," jelasnya.

Lebih lanjut, Enggar menambahkan untuk menjadi eksportir ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para pengusaha. Persyaratannya telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).

"Kami lakukan audit yaitu kepemilikan gudang dan sebagainya. Saya kasih waktu satu minggu untuk menyampaikan kekurangan mereka. Kalau mereka dalam satu minggu tidak, dan kami masih temukan maka Angka Pengenal Importir (API)-nya kami cabut," tegasnya.

Enggar juga meminta kepada para pengusaha untuk tidak memasukkan barang ilegal. Sebab, saat ini pihaknya telah bersinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait.

"Karena Kemendag, Kementan, Ditjen Bea dan Cukai beserta Kepolisian akan intensif betul untuk memeriksa itu. Dan kami akan keras meminta kepada toko buah yang menjual buahan, jangan pernah menerima barang ilegal. Ini kami mintakan. Dengan demikian maka kita harap produksi dalam negeri kita akan semakin disukai, minimal oleh masyarakat kita sendiri," pungkasnya.

Baca juga:
Pemerintah bolehkan asing kelola pulau asalkan tetap milik negara
Pertamina punya peran penting dalam pertumbuhan GDP Indonesia
Sepanjang 2016, Menteri Susi selamatkan sumber daya ikan Rp 306 M
Menko Luhut: Izin ekspor konsentrat sudah diparaf presiden
Bappenas sebut kepala daerah penyebab minimnya inovasi kebijakan
Menteri Bambang ingatkan bahaya kutukan sumber daya alam

[sau]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE