Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Penyebab Harga Telur Ayam Naik Jadi Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ini Penyebab Harga Telur Ayam Naik Jadi Tertinggi Sepanjang Sejarah Telur ayam. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Harga telur ayam kini menjadi sorotan karena harganya yang begitu mahal. Hari ini, harga telur ayam ras seluruh provinsi Indonesia naik menjadi Rp31.000 per kg atau naik sekitar 0,49 persen. Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta harga telur ayam ras naik sekitar 1,62 persen atau Rp31.350 per kg

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam bahkan mencecar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan terkait tingginya harga telur ayam di pasaran. Menurutnya, harga yang saat ini berlaku di pasaran jauh lebih tinggi dari harga normal dan merupakan tertinggi sepanjang sejarah.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Luckman menyebut bahwa kenaikan harga telur ayam ras disebabkan biaya yang dibebankan terhadap unit produksi atau peternak yang cukup mahal. Kondisi ini membuat para peternak kecil tidak mempunyai daya tahan untuk bertahan dengan harga telur yang murah.

Adhi menjelaskan, telur merupakan bahan baku yang harus selalu fresh product. Karena biaya yang dibebankan cukup tinggi, maka para peternak membutuhkan banyak modal. Sehingga mau tidak mau mereka harus menaikan harga telur.

"Mereka kalau tidak naik, tidak punya modal untuk membeli lagi," jelas Adhi.

Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga telur ini merupakan harga tertinggi dalam sejarah di 5 tahun terakhir.

"kami berharap agar persoalan di lapangan seperti persoalan pangan, petelur, persoalan distribusi menjadi persoalan yang fokus harus diselesaikan bukan lari dari persoalan," kata Abdullah, pada keterangan resmi, Selasa (23/8).

Pihaknya meminta kepada Kementerian Perdagangan agar melakukan upaya-upaya lanjutan tidak hanya ber-statement yang justru akan membuat kegaduhan.

Upaya Harus Dilakukan

Upaya yang dimaksud adalah mengumpulkan peternak-peternak besar atau petelur-petelur besar dalam rangka mencari solusi dan langkah apa yang harus dilakukan ke depan bukan justru menyampaikan bahwa supply berlebih dan kita tidak boleh ribut.

"Ribut ini karena ada jeritan dari emak-emak yang terus mengalir kepada kami sehingga kami mau tidak mau harus mendorong agar pemerintah mencarikan solusi. Telur adalah komoditas yang cukup besar permintaannya jika tinggi harganya maka jadi masalah. Kami harapkan bisa menyelesaikan persoalan telur dalam waktu sesingkat-singkatnya," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberi sinyal bahwa dirinya akan melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di sektor telur.

"Mudah-mudahan tiga minggu, satu bulan mendatang sudah turun lagi tapi dengan harga yang wajar. Konsumen beli tidak berat tapi peternak tidak rugi," ucap Mendag Zulkifli, Jakarta, Rabu (24/8).

Lebih lanjut, untuk ideal harga telur menurutnya sekitar Rp28.000 hingga Rp29.000 per kilogram.

"Kalau telur Rp28.000 sedang, Rp29.000. Kalau dia (telur) Rp24.000 itu tutup dia (pelaku usaha telur)," imbuhnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP