Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Pendiri Rocket Chicken, Tamatan SMA Pernah Jadi Cleaning Service Digaji Rp35.000

Ini Pendiri Rocket Chicken, Tamatan SMA Pernah Jadi Cleaning Service Digaji Rp35.000 Pendiri Rocket Chicken, Nurul Atik. istimewa ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika masyarakat Indonesia populer dengan resto ayam cepat saji seperti McDonalds, KFC, Wingstop, maka Rocket Chicken bisa menjadi pilihan hidangan ayam goreng renyah. Pendiri Rocket Chicken adalah Nurul Atik asal Jepara, Jawa Tengah.

Sebelum menjadi bos waralaba ayam goreng Rocket Chicken, Nurul Atik sudah lama menjalani tempaan hidup yang cukup keras. Dari sisi akademik, Atik tidak memiliki kecerdasan yang cemerlang. Dia pun hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Atik sebenarnya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dan bercita-cita menjadi polisi. Namun, jalan takdir berkata lain. Atik harus bekerja serabutan untuk menyambung hidup.

Tahun 1998, dia diterima bekerja sebagai cleaning service, di sebuah resto ayam goreng tepung. Atik tidak langsung diangkat sebagai pegawai. Dia menjalani masa pelatihan terlebih dahulu. Selama itu, dia hanya digaji sebesar Rp35.000 per bulan.

Tak Cukup Penuhi Kebutuhan

Uang gaji itu tidak cukup menutup kebutuhan bulanan Atik. Dengan gaji pas-pasan itu Atik berhemat makan, hingga transportasi. Proses itu berhasil dilewati Atik selama 5 bulan. Dia diangkat sebagai pegawai.

Satu waktu, dia mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari gerombolan mahasiswa yang hendak makan. Lantai yang bersih usai dipel oleh Atik kembali sangat kotor. Ketika Atik membersihkan lantai tersebut dia diejek karena memakai topi di ruang ber-AC. Atik tak mau ambil pusing.

Tujuh tahun bekerja, karir Atik terus meningkat, mulai dari cleaning service, tukang cuci piring, assistant koki, supervisor, manajer toko, hingga manajer area. Jabatan Atik sebenarnya masih bisa untuk naik, hanya saja terkendala dengan latar belakang pendidikan. Di situ dia tersadar sudah saatnya berhenti bekerja untuk berkembang dengan jalannya sendiri.

Satu waktu dia membangun bisnis ayam goreng bersama rekannya. Pangsa pasar bisnis mereka adalah masyarakat ekonomi kelas menengah atas. Bisnis tersebut berkembang hingga memiliki 86 cabang.

Pecah Kongsi

Di tengah perjalanan, Atik keluar dari kongsi. Dia merasa sudah tidak ada kecocokan lagi dengan temannya untuk menjalani bisnis tersebut. 

Di tahun 2010, Atik nekat mendirikan bisnis ayam goreng tepung renyah. Gerai pertamanya didirikan di Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, gerai Atik belum memiliki nama. 

Dia kemudian berdiskusi dengan sang kakak. Ada beberapa nama yang direncanakan akan dipakai di gerai Atik. Pertama, Royal Chicken namun ini ditolak karena dinilai tidak merepresentasikan gerai Atik. Kedua, Real Chicken, ini juga ditolak karena terdengar seperti rel yang letaknya di bawah. Atik bingung.

Kemudian, saat sedang mandi, muncul nama Rocket Chicken di pikirannya. Dia segera memberi nama gerainya dengan Rocket Chicken.

Usaha Rocket Chicken Atik berjalan lancar. Bisnisnya dia kembangkan dengan sistem waralaba. Saat ini gerainya sudah tersebar di Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. Dan selama 2 tahun sejak Rocket Chicken didirikan, sudah ada 143 mitra yang tersebar di 650 outlet.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP