Ini jurus pemerintah genjot sektor pariwisata untuk beri devisa

Kamis, 12 Juli 2018 19:12 Reporter : Dwi Aditya Putra
arief yahya. ©blogspot.com

Merdeka.com - Pariwisata menjadi peran penting bagi negara karena salah satu penghasil devisa dan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Keberhasilan industri pariwisata pun nantinya akan turut menentukan keberhasilan pembangunan nasional suatu negara.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengungkapkan ada tiga upaya yang tengah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan devisa terhadap sektor pariwisata. Salah satunya adalah menambah anggaran untuk promosi pariwisata di 2019.

"Di rapat tadi dibahas anggaran promosi pariwisata harus kita tingkatkan karena diakui Gubernur BI bahwa pariwisata salah satu industri yang paling mudah dan murah untuk mendapatkan devisa," kata Menteri Arif usai melangsungkan rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinasi Kemaritiman, Jakarta, Kamis (12/7).

Menteri Arief mengatakan, secara perhitungan jumlah besaran anggaran sendiri masih dalam perhitungan oleh pihaknya. Namun, secara total apabila proyeksinya mencapai 20 juta turis di 2019 kemungkinan dibutuhkan USD 200 juta.

"Standard lama yang kita gunakan, USD 20 per pax atau per orang. Nau sekarang kira-kira baru USD 20 per orang, jadi kurang USD 10 lagi kalau dikali proyeksi kita. Tapi begitu ini principal disetujui, kita mulai tender mulai dari sekarang sehingga Januari mulai jalan," ujarnya.

Selain penambahan anggaran untuk promosi pariwisata, hal lain yang diperkirakan dapat mendorong devisa di sektor pariwisata adalah dengan melakukan perluasan di beberapa bandara-bandara strategis. "Satu lagi perluasan bandara. Satu bandara Ngurah Rai sekaligus untuk IMF. Itu akan kita tambah apron kurang lebih 4 ketar. Kedua bandara Yogyakarta yang baru. Ketiga bandara Lombok/Mataram. Keempat Bandara Labuan Bajo," bebernya.

Sementara upaya terakhir, kata dia, adalah dengan mengusulkan adanya LCCT (Low Cost Carrier Terminal). Nantinya LCCT dapat ditempatkan di bandara-bandara yang punya lebih dari satu terminal.

"Penerbangan global tumbuh 10 persen, full service carrier hanya 5 persen. Kita contoh di Jepang aja lah, yang LCC tumbuh 40 persen. Presiden menuntut kita harus tumbuh 20 persen, kalau kita ikut tumbuhnya full service tak akan pernah tercapai. Kita harus ikut tumbuhnya LCC. Tantangannya apa? Kita belum punya LCCT."

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini