Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini faktor buat Rupiah perkasa terhadap USD

Ini faktor buat Rupiah perkasa terhadap USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara angkat bicara terkait menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) hingga menyentuh level Rp 13.300 per USD dari awal tahun. Rupiah lebih kuat dibanding ekspektasi pemerintah karena awalnya ada kekhawatiran ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

"Waktu itu dikira masih bisa jaga ekonomi AS. Lalu karena diperkirakan lebih cepat dari perkiraan maka suku bunga AS naik lebih cepat dari perkiraan," ujar Mirza di kompleks BI, Jakarta, Jumat (8/9).

Tapi ternyata, kata dia, ekonomi AS memang tumbuh bagus namun tidak secepat perkiraan. "Agak melandai. Inflasi di AS melandai di bawah 2 persen," ucapnya.

Lanjut dia, mulanya suku bunga di awal tahun diperkirakan bisa naik 4-5 kali. Saat ini sudah 3 kali kenaikan suku bunga. "Ehh sudah naik berapa kali tahun ini? 2 kali. Mau naik sekali lagi belum tentu. September ini rasanya nggak. Desember nanti change untuk naik sudah 25 bps," kata Mirza.

Menurutnya, hal itu yang membuat USD kurang menarik karena suku bunganya tidak jadi naik serta ekonomi AS tidak tumbuh lebih tinggi dari perkiraan. "Itu semua membuat tren pembalikan, ekspektasi orang terhadap USD, USD terhadap mata uang global menurun," jelasnya.

Tambahnya, USD yang awal tahun bisa mencapai 2,5 persen tenor 10 tahun sekarang trennya turun. "Terus kemarin terakhir 2,0 sekian ini membuat USD melemah. Yaa ini yang mata uang Indonesia dan negara-negara emerging market menguat," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP