Ini Dia Pemilik Burj Khalifa, Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Arab Saudi
Merdeka.com - Mungkin anda sangat familiar dengan bangunan tertinggi di dunia yang satu ini. Ya, Burj Khalifa yang terletak di Pusat Kota Dubai di United Arab Emirate (UEA). Tinggi bangunan ini 830 meter dengan 163 lantai.
Lantas, apakah anda mengetahui siapa pemilik asli dari bangunan ini?
Melansir dari berbagai sumber, pemilik Burj Khalifa adalah Emaar Properties. Ini merupakan perusahaan real estate yang didirikan pada tahun 1997 oleh Mohammed Ali Rashed Alabbar. Berdasarkan majalah Arabian Business, pada tahun 2014 Alabbar pernah menduduki posisi dari 100 orang Arab yang berpengaruh di dunia.
Perusahaan ini terkenal akan proyek-proyek lainnya yang ada di Dubai, seperti Dubai Mall dan distrik Dubai Marina. Emaar Properties juga memiliki proyek di negara lain di seluruh dunia.
Emaar telah memiliki banyak proyek di Mesir, India, Arab Saudi, Suriah, Turki, Pakistan, dan Irak. Perusahaan Emaar Misr mulai mengerjakan proyek yang mencakup hotel dengan 3000 kamar, marina, dan lapangan emas bernama Marassi. Proyek ini adalah salah satu dari 3 proyek yang dikerjakan Emaar di Mesir.
Perusahaan ini terus mendapatkan tawaran pembangunan, Pada tahun 2013 lebih dari 160 negara memilih UEA untuk menjadi tuan rumah Expo 2020 di Dubai. Sehingga itu menjadi sebuah kepercayaan bagi mereka.
Tawaran yang masuk merupakan dukungan dari komunitas global bahwa Dubai tidak dapat memberikan apa-apa selain hasil yang luar biasa. Upaya terus-menerus untuk menjadi luar biasa inilah yang telah menjadikan Emaar sebagai perusahaan juara nasional Dubai dan UEA.
"Kami mempertajam strategi kami untuk menjadi salah satu perusahaan paling berharga, paling inovatif, dan paling dikagumi di dunia. Tujuan kami adalah menjadi perusahaan yang tak terhentikan yang menciptakan nilai luar biasa bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan ekonomi kami,' ucap Alabbar dikutip dari laman Emaar MISR, Rabu (24/5).
Biaya Pembangunan Burj Khalifa
Burj Khalifa Dubai tidak diragukan menjadi gedung pencakar langit yang tinggi dalam sejarah umat manusia hingga saat ini. Namun, seberapa besar biaya pembangunan dan ketinggian gedung itu hanya diketahui beberapa orang saja.
"Ini masih rahasia," kata William Baker dari Skidmore, Owings and Merrill LLP, insinyur struktural menara dikutip melalui Reuters, Rabu (1/2).
Biaya menara telah ditetapkan sekitar USD 1,5 miliar dalam laporan yang dipublikasikan. Nilai ini setara Rp22,4 triliun dengan asumsi kurs Rp14.999 per USD. Adapun ketinggian Burj Dubai mencapai 800 meter. Dari dek observasi lantai 124 menara, pemirsa dapat melihat sejauh 50 mil pada hari yang cerah.
"Klien (Emaar Properties PJSC) hanya akan membiarkan kami mengatakan tingginya lebih dari 800 meter (2.625 kaki). Itu bagian dari mistik proyek," katanya.
Jan Klerks dari Council on Tall Buildings mengatakan kelompok tersebut telah meminta untuk mengetahui ketinggian persis menara tersebut.
"Kami telah menyatakan ini beberapa kali, tetapi jika ada alasan untuk tidak mengungkapkannya, maka saya rasa kami harus melakukannya tanpa nomor resmi. Kami juga tidak tahu mengapa mereka memilih untuk tidak mengungkapkan nomornya. Satu-satunya hal yang kami yakini adalah bahwa ini adalah gedung tertinggi di dunia, dan tingginya setidaknya 800 meter," kata Klerks dalam email.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya