Industri pembiayaan khawatir pelemahan Rupiah bikin harga kendaraan naik

Selasa, 4 September 2018 17:54 Reporter : Merdeka
Industri pembiayaan khawatir pelemahan Rupiah bikin harga kendaraan naik Mandiri Tunas Finance. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo berharap pelemahan rupiah yang terjadi saat ini bisa segera berakhir. Sebab, pelemahan tersebut berpotensi membuat harga kendaraan naik.

Menurutnya, hingga saat ini pelemahan rupiah belum berdampak terhadap pemintaan kendaraan. Namun jika terus melemah, pihaknya khawatir akan mengurangi keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan.

‎"Sampai hari ini tidak ada (dampaknya). Cuma tantangan apakah kurs akan bergerak terus? Sebab risikonya harga kendaraan akan naik, otomatis orang mikir-mikir untuk beli. Tapi sampai sekarang tidak (ada dampaknya). Ini dealer masih menahan harga (agar tidak naik)," ujar dia di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (4/9).

Dia menjelaskan, yang diharapkan oleh para pelaku di industri ini bukan soal pelemahan atau penguatan rupiah, melainkan kestabilannya. Dengan demikian, pelaku industri bisa menyusun rencana bisnisnya dengan lebih baik.

"Harga kendaraan naik karena komponennya kan masih ada yang impor. Harapan kami rupiah ini stabil, sehingga kami bikin program lebih panjang. Soal tinggi rendahnya itu relatif. Waktu suku bunga 13 persen kita masih bisa jualan, tapi kalau suku bungan kecil memang kita bisa jualan lebih banyak," ungkap dia.

Namun demikian, Harjanto masih tetap optimis terhadap pasar otomotif Indonesia ke depannya. Sebab, saat ini rasio jumlah kendaraan di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara tetangga.

"Rasio pemilikan kendaraan di Indonesia baru 4 persen. Sedangkan di Malaysia sudah 11 persen. Makanya ‎selain di Jakarta, kita juga punya satelit (perwakilan) di daerah untuk bisa menjangkau masyarakat di sana," tandas dia.

Diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah di perdagangan hari ini. Bahkan, nilai tukar nyaris menyentuh level Rp 15.000 per USD.

Mengutip data Bloomberg, tadi pagi Rupiah dibuka di Rp 14.822 per USD dan sempat menguat ke level Rp 14.700-an per USD. Saat ini, Rupiah berada di level Rp 14.935 menuju level Rp 15.000 per USD.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini