Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia Telah Kantongi 22 Perjanjian Dagang Bebas

Indonesia Telah Kantongi 22 Perjanjian Dagang Bebas Jerry Sambuaga. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Republik Indonesia sampai saat ini telah memiliki 22 perjanjian dagang internasional dengan berbagai wilayah di dunia. Beberapa yang baru adalah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dan Indonesia-Korea CEPA.

IA-CEPA sudah diimplementasikan sejak 5 Juli 2020, sedangkan Indonesia-Korea CEPA sudah ditandatangani dan dalam proses ratifikasi. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengungkapkan perjanjian dagang terlama adalah Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (EPA) yang sudah diimplementasikan sejak 2008.

"Kemendag sudah melakukan banyak negosiasi perjanjian dagang. Tercatat per hari ini, kita sudah selesaikan 22 perjanjian dagang di seluruh dunia, seluruh kawasan, yang sudah diratifikasi itu ada beberapa perjanjian salah satunya IA-CEPA," kata Jerry dalam forum sosialisasi IA-CEPA pada Selasa (23/3).

Salah satu yang membanggakan, kata Jerry, adalah IA-CEPA. Sebab, memberikan kemudahan dalam hal tarif bea masuk.

Melalui perjanjian dagang tersebut, Australia mengeliminasi 100 persen atau semua pos tarifnya yang berjumlah 6.474 pos tarif, menjadi 0 persen untuk perdagangan barang. Sementara, Indonesia mengeliminasi 94,6 persen dari seluruh total pos tarif. Sedangkan dalam perdagangan jasa, IA-CEPA memfasilitasi perpindahan orang perseorangan juga pengakuan atas jasa-jasa profesional Indonesia.

Minta Pengusaha Optimalkan Perjanjian Dagang

optimalkan perjanjian dagangRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jerry pun mengimbau para pelaku saha Tanah Air untuk memanfaatkan seluruh perjanjian dagang yang ada dengan optimal.

"Ini memberikan dorongan untuk eksportir kita, karena yang paling mendapat manfaat adalah para pelaku usaha. Bagaimana caranya kita mendapatkan yang terbaik, sehingga kita bisa mengkapitalisasi dan utilisasi hasil produk-produk yang akan diekspor ke luar negeri khususnya Australia," tuturnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP