Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Menguat ke Rp14.483 per USD

Rabu, 7 April 2021 12:09 Reporter : Siti Nur Azzura
Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Menguat ke Rp14.483 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Rabu (7/4). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp14.485 per USD, menguat dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.505 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah kemudian melemah secara perlahan hingga kembali ke posisi Rp14.505 per USD. Namun, Rupiah kembali menguat dan saat ini berada di posisi Rp14.490 per USD.

Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya mencatat, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta berpeluang menguat, seiring turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS).

"Dolar AS masih nampak melanjutkan pelemahan kemarin di awal perdagangan hari Rabu (7/4), akibat aksi ambil untung kuatnya dolar selama dua pekan terakhir dan turunnya tingkat imbal hasi obligasi Pemerintah AS," tulis tim di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (7/4).

Dolar AS outlook-nya melemah seiring turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS dibalik ekspektasi pasar yang menurunkan ekspektasi agresif bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), akan memperketat kebijakannya lebih awal dari yang dijanjikan.

Imbal hasil obligasi terus turun dari level tertinggi, mengurangi kekhawatiran akan kenaikan inflasi. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 1,65 persen pada Selasa (6/4) lalu.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.480 hingga Rp14.520," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini