Indonesian Business Council (IBC) menggelar pertemuan bersama Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk membahas peluang kolaborasi guna mendorong investasi dan memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa partisipasi sektor swasta menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan masuk ke dalam jajaran lima besar ekonomi dunia. Tak hanya itu, ambisi besar Indonesia untuk menekan tingkat kemiskinan juga bergantung pada kontribusi aktif dari sektor ini.
Arsjad menyebut pemerintah telah menetapkan 77 proyek strategis nasional yang akan menjadi prioritas pembangunan dalam lima tahun ke depan. Dari jumlah tersebut, 33 proyek diharapkan dapat dijalankan oleh sektor swasta. Oleh karena itu, meningkatkan keterlibatan swasta menjadi hal yang krusial.
"Selain itu, kita dapat ikut mendukung pemerintah mencapai target Pembangunan terutama dalam hal investasi dan Pembangunan infrastruktur“, kata Arsjad dalam pertemuan, Jakarta, Selasa (11/3).
Dukungan penuh terhadap upaya IBC juga disampaikan Presiden AIIB, Jin Liqun. Menurutnya, sektor swasta memiliki peran vital dalam mewujudkan strategi pembangunan ekonomi dan sosial pemerintah.
“Sektor swasta merupakan kekuatan penggerak karena memiliki kapasitas, visi, dan inovasi untuk pembangunan. Karena itu kita harus bekerjasama untuk memobilisasi sektor swasta untuk melakukan lebih banyak inisiatif dan mengurangi beban pemerintah dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” ucap Jin Liqun.
Selain itu, Jin Liqun menekankan pentingnya menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, sehingga berbagai inovasi dan inisiatif dari sektor swasta dapat dijalankan secara optimal. Dengan ekosistem yang mendukung, sektor swasta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.