HSS Gelar Syukuran Panen dan Tanam Padi Serentak 2026, Perkuat Kemandirian Pangan Daerah

Bupati HSS, Syafrudin Noor, memimpin syukuran panen dan tanam padi serentak 2026, langkah strategis mewujudkan Kemandirian Pangan HSS dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
HSS Gelar Syukuran Panen dan Tanam Padi Serentak 2026, Perkuat Kemandirian Pangan Daerah
Bupati HSS, Syafrudin Noor, memimpin syukuran panen dan tanam padi serentak 2026, langkah strategis mewujudkan Kemandirian Pangan HSS dan meningkatkan kesejahteraan petani. (AntaraNews)

Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menjadi saksi kegiatan syukuran panen dan tanam padi serentak yang dipimpin langsung oleh Bupati HSS, H Syafrudin Noor, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Acara ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mencapai kemandirian pangan di wilayah tersebut. Inisiatif ini tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga menandai dimulainya penanaman kedua, memastikan keberlanjutan produksi pangan lokal.

Kegiatan serentak ini mencakup empat kecamatan dengan total luas lahan sekitar 637 hektare yang telah dioptimalkan. Salah satu lokasi sentral pelaksanaan acara adalah Desa Kaliring, Kecamatan Padang Batung, HSS yang menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat di daerahnya. Pemilihan lokasi ini menunjukkan fokus pada partisipasi aktif komunitas dalam mendukung sektor pertanian.

Bupati Syafrudin Noor menegaskan bahwa program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan secara signifikan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga komoditas pangan di pasaran. Yang terpenting, inisiatif ini dirancang untuk secara langsung meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Optimalisasi Lahan dan Target Produksi Pangan

Pemerintah Kabupaten HSS secara konsisten mendorong peningkatan produktivitas lahan melalui Program Optimalisasi Lahan (OPLAH). Program ini menjadi tulang punggung upaya daerah dalam mencapai target kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal, HSS berupaya mengoptimalkan setiap jengkal tanah untuk hasil pertanian yang lebih baik.

Potensi luas sawah di Kabupaten HSS mencapai sekitar 29.236 hektare, dengan realisasi tanam saat ini telah mencapai 18.815 hektare. Angka ini menunjukkan komitmen serius petani dan pemerintah daerah dalam menggarap lahan. Upaya ini merupakan langkah konkret untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat HSS.

Untuk wilayah Daha, penanaman padi dijadwalkan akan dimulai pada Mei hingga Agustus 2026, dengan perkiraan luas lahan mencapai 13.637 hektare. Ini akan menambah signifikan total luas tanam di HSS. Bupati Syafrudin Noor menjelaskan, “Dengan demikian, total luas tanam pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 32.452 hektare, melebihi luas baku sawah karena adanya pola tanam dua hingga tiga kali dalam setahun.”

Peran Teknologi dan Penguatan Kelembagaan Petani

Peningkatan sektor pertanian di HSS tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga pada modernisasi dan penguatan kelembagaan petani. Pemerintah Kabupaten HSS terus menggalakkan penggunaan teknologi pertanian terkini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses budidaya padi dari hulu hingga hilir.

Hingga kini, telah terbentuk 26 Brigade Pangan di Kabupaten HSS yang berperan penting dalam mendukung aktivitas pertanian. Brigade ini didukung oleh 161 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Alsintan tersebut meliputi combine harvester, traktor roda dua dan empat, drone, rotavator, mesin tanam, pompa air, dan handsprayer. Ketersediaan alsintan ini memungkinkan petani untuk bertani secara lebih modern dan efisien, sekaligus mengurangi beban kerja manual.

Selain dukungan teknologi, penguatan kelembagaan petani juga menjadi prioritas utama. Ini termasuk peningkatan akses pembiayaan yang lebih mudah serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) petani juga terus dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Langkah-langkah ini secara kolektif berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat Kemandirian Pangan HSS.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi