HIPMI: Pemerintah wajib tingkatkan daya saing UKM

Rabu, 26 Juni 2013 11:56 Reporter : Yulistyo Pratomo
HIPMI: Pemerintah wajib tingkatkan daya saing UKM Salah satu contoh usaha mikro kecil UKM bidang mebel. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Raja Sapta Oktohari menilai naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga memberikan dampak bagi para pengusaha Indonesia. Dia menyarankan, perlu ada intervensi dari pemerintah agar tidak muncul kontraksi yang berlebihan bagi dunia usaha.

Pria akrab disapa Okto ini menyoroti harga-harga barang dan tarif angkutan yang kini melonjak. Situasi itu menurutnya memunculkan inflasi.

"Kita membutuhkan penyesuaian (BBM) sehingga tidak menjadi beban terhadap APBN, tetapi juga perlu dipertimbangkan angka-angka inflasi yang muncul ini, sehingga momentum yang diambil bisa menjadi pas. Nah, sekarang harus diambil langkah-langkah intervensi sehingga tidak terjadi kontraksi yang terlalu signifikan dengan dunia usaha," ujar Okto di Kantor Wapres, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (26/6).

Salah satu intervensi yang dibutuhkan, menurutnya, adalah memperkuat infrastruktur yang mendukung peningkatan daya saing dan daya dongkrak bagi pertumbuhan usaha kecil mandiri (UKM). Okto menilai ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yakni legalitas, permodalan dan sasaran.

"Dan ini akan terangkum dalam payung hukum yang sedang kita susun bersama-sama dengan pemerintah, yaitu payung hukum khusus untuk pengusaha pemula. Di mana harapannya, dengan adanya payung hukum ini akan meningkatkan daya saing kita, meningkatkan daya beli kita," tandasnya.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Boediono yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tadi pagi. HIPMI meminta pemerintah gencar melakukan sosialisasi pembentukan ASEAN Economy Community terhadap masyarakat Indonesia.

Melalui sosialisasi tersebut, Okto berharap masyarakat Indonesia siap memasuki era pasar bebas antar negara-negara anggota ASEAN sehingga hanya menjadi penonton, melainkan pemain besar dalam industri perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

"Jangan sampai kita jadi obyek komunitas ASEAN. Tapi kita sepakat, bahwa kita sebagai negara terbesar di ASEAN, negara yang jumlah penduduknya terbanyak, mestinya bisa menjadi pemain utama di ASEAN Economy Community," ujarnya. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. BBM Naik
  2. Pekerja Ukm
  3. UKM
  4. HIPMI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini