Hindari 7 Kesalahan Investasi Ini Agar Tetap Cuan

Jumat, 24 Desember 2021 08:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Hindari 7 Kesalahan Investasi Ini Agar Tetap Cuan investasi. shutterstock

Merdeka.com - Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan berinvestasi. Namun, kenyataannya tidak semua investor bisa menghasilkan tambahan penghasilan dan tidak semua investor bisa mengendalikan investasi mereka. Masalah ini timbul Karena investor melakukan beberapa kesalahan dalam berinvestasi.

Secara sederhana, investasi dapat diartikan sebagai upaya membelanjakan sejumlah uang atau dana pada sesuatu instrumen yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Instrumen tersebut antara lain dapat berupa properti, surat berharga (deposito, saham, obligasi), logam mulia, perhiasan, atau bentuk lainnya.

Anthony Robbins (2015) dalam bukunya yang berjudul Money Master the Game berpendapat bahwa sebagian besar investor mengalami kegagalan dalam berinvestasi. Banyak investor gagal mendapatkan keuntungan yang seharusnya didapatkan dari berinvestasi, walaupun tidak ada yang dapat memastikan bahwa investasi akan selalu menguntungkan. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang tepat terkait investasi serta kurang waspadanya investor akan investasi ilegal.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam berinvestasi dan harus kalian hindari, seperti dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id :

1. Tidak Memiliki Tujuan Investasi yang Jelas

Investasi memerlukan tujuan yang jelas. Tentukan apa yang ingin Anda capai dari berinvestasi. Mengumpulkan Rp50 juta untuk dana pendidikan perguruan tinggi anak atau Rp500 juta untuk pensiun pada usia 60 adalah contoh sasaran yang tepat.

Sebagian besar investor terutama para pemula tidak memiliki tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Kebanyakan hanya ikut-ikutan namun tidak mengerti instrumen yang digunakan untuk berinvestasi.

2. Tidak Realistis terhadap Risiko

Dalam berinvestasi, risiko selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi. Semakin besar uang yang Anda tanamkan maka semakin besar juga risiko yang dihadapi. Banyak investor yang tergiur dengan tingkat keuntungan yang tidak wajar, ditambah lagi apabila risiko yang ditawarkan minim. Jangan sampai kalian cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar.

Pastikan institusi yang menawarkan investasi telah memiliki izin salah satu lembaga yang berwenang (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dan Kementerian Koperasi dan UKM).

3. Tidak Melakukan Analisis yang Jelas

Investasi dapat dilakukan menggunakan berbagai instrumen yang tersedia, namun tidak seluruh instrumen tersebut cocok untuk semua orang. Sebelum memutuskan berinvestasi, Anda sebaiknya melakukan perhitungan sebelum menempatkan dana dalam jumlah yang cukup besar pada suatu instrumen. Perlu untuk menganalisis dengan matang kemungkinan keuntungan yang diperoleh dalam suatu periode beserta risiko yang mungkin terjadi.

2 dari 2 halaman

4. Fokus ke Jangka Pendek

Berinvestasi dalam jangka panjang umumnya lebih menguntungkan, namun diperlukan kesabaran lebih karena waktu yang dibutuhkan relatif lama. Banyak investor pemula hanya fokus untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek, padahal time horizon suatu instrumen tergantung dari jenis investasi dan berapa lama investasi tersebut berjalan.

5. Tidak melakukan Diversifikasi Investasi

Sikapi, jangan sampai kalian menempatkan seluruh uang yang dimiliki pada satu instrumen investasi, karena jika instrumen tersebut mengalami kebangkrutan, maka risiko yang kalian tanggung akan semakin besar. Anda perlu untuk melakukan diversifikasi berbagai aset yang kalian miliki dan membagi risiko ke berbagai instrumen.

6. Tidak Fokus ke Rencana Sudah Dibuat

Hal lain yang mungkin menggagalkan investasi adalah kurangnya fokus pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kedisiplinan diperlukan untuk dapat menghindari hal-hal yang membuat kabur tujuan kalian dalam berinvestasi, karena mempertahankan lebih sulit daripada meraih kekayaan.

7. Terlalu Cepat Mengambil Keputusan

Hal ini merupakan kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor pemula. Semangat yang terlalu tinggi tanpa melakukan pertimbangan yang matang memungkinkan kalian salah dalam memutuskan, yang pada akhirnya menggagalkan kesempatan kalian untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi.

Untuk menghindari masalah-masalah yang menyebabkan kegagalan berinvestasi tersebut, ada baiknya kalian bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Jika kalian malu bertanya tentang investasi kepada yang lebih berpengalaman, kegagalan sangat mungkin menghampiri kalian. Tidak lupa juga untuk menerapkan prinsip-prinsip investasi yang baik, yaitu:

1. Persiapkan kondisi keuangan yang sehat dan pengelolaan keuangan yang baik.

2. Pahami risiko, nikmati manfaat.

3 . Memilih produk Pasar Modal sesuai dengan kebutuhan jangka waktu investasi.

Menjadi catatan, tidak ada satupun instrumen investasi yang cocok untuk semua orang. Setiap investor perlu mengenali profil risiko masing-masing sebelum melakukan investasi, sehingga nantinya dapat memilih instrumen investasi yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

[azz]

Baca juga:
Tips Investasi untuk Pemula Versi LPS, Termasuk Jangan Pakai Dana Utang dan Pinjol
Apa Itu Fed Tapering dan Apa Sebaiknya yang Dilakukan pada Portofolio Investasi Kita?
Ingin Investasi Reksadana, Berikut Tipsnya
Platform Investasi Digital, Pluang, Luncurkan 15 Produk Reksadana Baru
Cerita Investasi Raup Rp 1 Miliar ala Komika Raditya Dika
Haramkan Jual Beli Uang Kripto, PWNU Jatim Akan Lakukan Ini di Muktamar ke-34 NU

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini