Hari pertama pagelaran CJIBF raup investasi Rp 3,03 triliun

Kamis, 23 November 2017 17:56 Reporter : Arie Sunaryo
Hari pertama pagelaran CJIBF raup investasi Rp 3,03 triliun Ketua BKPM Thomas Lembong. ©2017 Merdeka.com/Wilfidrus

Merdeka.com - Kepala badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menghadiri pagelaran Central Jawa Investment Business Forum (CJIBF) di Solo, untuk mendukung promosi daerah dalam menarik investasi baik asing maupun domestik.

Dia mengatakan, pada hari pertama pagelaran, nilai investasi yang diraup sudah mencapai Rp 3,03 triliun. Di mana tujuh investor tertarik menanamkan modalnya di sektor properti, garmen, pariwisata dan perdagangan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,03 triliun.

Sedangkan investor lainnya memilih mengembangkan sektor pariwisata dengan nilai investasi sebesar Rp 2 triliun. Diharapkan investor yang berminat menanamkan modalnya akan bertambah hingga penutupan acara pada 25 November mendatang.

"Ada dua perusahaan swasta yang tadi menandatangani Letter of Intens untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Yakni obyek wisata Penggaron-Jateng Park dengan nilai investasi sekitar Rp 2 triliun," ujar Thomas, Kamis (23/11).

Menurutnya, Jawa Tengah akan menjadi incaran investor, terutama yang bergerak di bidang pariwisata dan industri padat karya. Apalagi setelah proyek Bandara Semarang dan Kulonprogo selesai dibangun.

Sementara itu, industri padat karya banyak dilirik karena upah minimum di Jawa Tengah yang relatif rendah. Pertimbangan lainnya, kultur kerja di Jateng juga dianggap sangat kondusif dan bahkan terbaik di Indonesia.

"Kultur kerja di Jateng ini sangat kondusif dan bahkan terbaik di Indonesia. Selama ini relasi antara buruh dengan perusahaan cukup harmonis. Ini yang sebenarnya sangat dicari oleh para investor," imbuhnya.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono mengemukakan tahun 2017, target investasi mencapai Rp 41,7 triliun. Nilai investasi itu meningkat 51,36 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 27,55 persen.

"Realisasi investasi baru hingga November ini sudah mencapai Rp 38 triliun," katanya. Kami sangat optimis, target ini dapat tercapai, terutama melalui ajang CJIBF pada tahun ini," katanya.

[azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini