Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dipicu Tingginya Permintaan Amerika Serikat

Senin, 23 Mei 2022 10:47 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dipicu Tingginya Permintaan Amerika Serikat Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia tercatat naik pada awal perdagangan Asia pada Senin (23/5) pagi. Kenaikan harga dipicu permintaan bahan bakar AS, pasokan yang ketat dan dolar AS yang sedikit lebih lemah mendukung pasar. Selain itu, Shanghai juga bersiap untuk dibuka kembali setelah penguncian dua bulan yang memicu kekhawatiran tentang perlambatan tajam dalam pertumbuhan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 82 sen menjadi diperdagangkan di USD 113,37 per barel pada pukul 01.26 GMT, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 69 sen atau 0,6 persen menjadi diperdagangkan di USD 110,97 per barel, menambah keuntungan kecil minggu lalu untuk kedua kontrak.

"Harga minyak didukung karena pasar bensin tetap ketat di tengah permintaan yang kuat menuju puncak musim mengemudi AS," kata Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes.

"Kilang-kilang biasanya dalam mode meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan para pengemudi AS di SPBU."

Musim puncak mengemudi di AS biasanya dimulai pada akhir pekan Memorial Day pada akhir Mei dan berakhir pada Hari Buruh pada September.

Para analis mengatakan, meskipun ada kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar yang berpotensi mengurangi permintaan, data mobilitas dari TomTom dan Google telah naik dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak orang berada di jalan di tempat-tempat seperti Amerika Serikat.

"Data frekuensi tinggi menunjukkan permintaan terus meningkat," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

2 dari 2 halaman

Dolar AS Melemah

Dolar AS yang lebih lemah juga mengirim minyak lebih tinggi pada Senin, karena itu membuat minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Namun, keuntungan pasar telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang upaya China untuk menghancurkan Covid dengan penguncian, bahkan ketika Shanghai yang akan dibuka kembali pada 1 Juni.

Lockdown di China, importir minyak utama dunia, telah memukul produksi industri dan konstruksi, mendorong langkah untuk menopang perekonomian, termasuk penurunan suku bunga hipotek (KPR) yang lebih besar dari perkiraan pada Jumat (20/5) lalu.

Ketidakmampuan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan akhir tentang pelarangan minyak Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai ‘operasi militer khusus’, juga telah menghentikan kenaikan harga minyak jauh lebih tinggi. [idr]

Baca juga:
Harga Energi Dunia Melonjak, Keuangan Pertamina & PLN Terancam Jebol
Harga Komoditas Bertahan Mahal, Minyak Mentah Indonesia Dibanderol USD 102,5/Barel
Plus Minus Dampak Kenaikan Harga Komoditas Dunia pada Indonesia
Harga Minyak Melonjak Usai Uni Eropa Embargo Rusia
Harga BBM Diperkirakan Bakal Masih Mahal Hingga Tahun Depan
Pasokan dari Libya dan Rusia Turun, Harga Minyak Dunia Kembali Meroket

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini