Harga Minyak Dunia Anjlok Tajam ke Level Terendah Sejak Januari 2022

Sabtu, 24 September 2022 10:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga Minyak Dunia Anjlok Tajam ke Level Terendah Sejak Januari 2022 Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia anjlok tajam sekitar 5 persen ke level terendah sejak Januari pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Turunnya harga minyak dunia ini karena dolar AS mencapai posisi terkuatnya dalam lebih dari dua dekad serta meningkatnya kekhawatiran bahwa pengetatan bank sentral yang agresif dapat menyebabkan resesi dan merugikan permintaan energi.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November merosot USD 4,75 atau 5,7 persen, menjadi menetap di USD 78,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Untuk minggu ini, harga acuan minyak mentah AS anjlok 7,1 persen.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun USD 4,31 atau 4,8 persen, menjadi ditutup di USD 86,15 per barel di London ICE Futures Exchange. Untuk minggu ini harga acuan minyak global ini anjlok 5,7 persen.

Kemerosotan tajam tersebut merupakan penurunan mingguan keempat berturut-turut, pertama kali ini terjadi sejak Desember. Harga minyak secara teknis berada di wilayah oversold, dengan WTI di jalur untuk penyelesaian terendah sejak 10 Januari dan Brent untuk terendah sejak 14 Januari. Bensin dan solar AS juga turun lebih dari 5 persen.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu (21/9). Bank-bank sentral di seluruh dunia mengikuti dengan kenaikan mereka sendiri, meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

"Minyak jatuh karena kekhawatiran pertumbuhan global mencapai mode panik mengingat komitmen bank-bank sentral untuk memerangi inflasi. Tampaknya bank-bank sentral siap untuk tetap agresif dengan kenaikan suku bunga dan itu akan melemahkan aktivitas ekonomi dan prospek permintaan minyak mentah jangka pendek," kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA seperti dikutip Reuters.

2 dari 2 halaman

Nilai Tukar AS

Dolar AS berada di jalur untuk penutupan tertinggi terhadap sekeranjang mata uang lainnya sejak Mei 2002. Dolar yang kuat mengurangi permintaan minyak karena membuat bahan bakar lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

"Kami memiliki dolar yang meledak lebih tinggi dan menekan komoditas berdenominasi dolar seperti minyak dan meningkatnya kekhawatiran atas resesi global yang akan datang karena bank-bank sentral menaikkan suku bunga," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Penurunan zona euro dalam aktivitas bisnis semakin dalam pada September, sebuah survei menunjukkan, mengindikasikan resesi membayangi karena konsumen mengendalikan pengeluaran dan karena pemerintah mendesak konservasi energi menyusul langkah Rusia untuk memotong pasokan ke Eropa.

Di sisi penawaran, upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah terhenti karena Teheran bersikeras pada penutupan penyelidikan pengawas nuklir PBB, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, meredakan ekspektasi kebangkitan kembali ekspor minyak mentah Iran. [idr]

Baca juga:
Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi, Cek Harga Terbarunya di Sini
Harga Minyak Dunia Lebih Murah, Sempat Sentuh Level Terendah 7 Bulan Terakhir
Harga Melonjak, Pemerintah Pertimbangkan Beli Minyak Rusia
Ironi Kenaikan Harga BBM Saat Minyak Dunia Turun
Duduk Perkara Harga BBM Naik di Tengah Penurunan Harga Minyak Dunia
Minyak Dunia Turun, Pemerintah Seharusnya Bisa Tunda Kenaikan Harga BBM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini