Harga Bitcoin Tembus Capai Rp162 Juta

Selasa, 28 Juli 2020 12:56 Reporter : Dwi Aditya Putra
Harga Bitcoin Tembus Capai Rp162 Juta Bitcoin. ©2013 Various Artist

Merdeka.com - Harga Bitcoin kembali melewati USD 11.200 atau Rp162 juta pada hari ini, Selasa (28/7). Ini merupakan kali kedua Bitcoin melewati USD 10.000 setelah pada April 2020 lalu. Hal ini membuktikan Bitcoin mengalami penguatan harga saat pandemi Covid-19 dan masa new normal.

CEO Indodax, Oscar Darmawan menjelaskan, kenaikan harga Bitcoin dua kali ini membuktikan bitcoin sebagai alat investasi yang menarik saat corona. Harga Bitcoin tidak mempan diterjang oleh pandemi, justru malah meningkat. Padahal, komoditas investasi atau trading lainnya masih melemah, seperti saham, crowdfunding dan lain-lain.

"Bitcoin kembali memuncak Rp162 juta atau melebihi USD11.200. Ini kali kedua harga bitcoin melewati USD 10.000 di tahun ini sebagaimana yang terus kita informasikan sejak beberapa bulan lalu kalau Bitcoin siap melesat dan mengalami trend bullish," kata Oscar Darmawan, di Jakarta, Selasa (28/7).

Pergerakan harga bitcoin selama pandemi atau dari awal tahun memang sudah terlihat. Bitcoin sempat melemah Rp66 jutaan pada Maret lalu. Namun, hanya berlangsung satu malam saja, harga Bitcoin kembali ke Rp130 jutaan.

Pada April 2020, harga bitcoin memuncak Rp150 jutaan. Dan beberapa minggu bertahan Rp130 jutaan-Rp136 jutaan. Kemudian, meningkat diatas Rp150 juta hinga mencapai 160 jutaan dalam 3 hari terakhir.

Menurut Oscar Darmawan, kenaikan bitcoin didorong oleh tingginya permintaan dari Amerika Serikat, setelah Kantor Pengawas dan Mata Uang di AS atau The Office of The Comptroller of The Currency (OCC) mengeluarkan pernyataan pada 22 Juli lalu. Secara mengejutkan, OCC mengatakan bank-bank di AS diperbolehkan memegang cryptocurrency.

"Kebijakan pemerintah AS mendorong permintaan terhadap Bitcoin meningkat di negara tersebut. Karena sebelum kebijakan ini dikeluarkan, harga Bitcoin bertahan di Rp132 juta-Rp140 juta selama beberapa minggu," jelasnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga bitcoin ke Rp162 juta tersebut adalah kenaikan yang biasa saja. Karena Bitcoin akan kembali menanjak, meski secara bertahap. Ditambah lagi Amerika Serikat juga masih akan mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan stimulus perekonomian, seperti yang akan dikeluarkan The Fed. Kebijakan itu juga akan meningkatkan daya beli di Amerika Serikat. Sehingga, permintaan bitcoin juga akan meningkat di negara Paman Sam itu.

"Tidak hanya di Amerika Serikat, beberapa negara maju di seperti di Eropa siap meluncurkan kebijakan yang mempermudah perizinan cryptocurrency," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Tidak Hanya Bitcoin...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bitcoin
  3. Investasi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini