Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur BI Pastikan Ketegangan Geopolitik Global Tak Berdampak ke Ekonomi RI

Gubernur BI Pastikan Ketegangan Geopolitik Global Tak Berdampak ke Ekonomi RI Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memastikan bahwa ketegangan geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini tercermin dari penguatan nilai tukar Rupiah dan derasnya aliran modal asing pada awal tahun ini.

"Kami tidak melihat dampak secara signifikan terhadap makro ekonomi maupun juga terhadap stabilitas eksternal. Justru terbukti bahwa Rupiah bergerak menguat sesuai fundamental, mekanisme pasar dan juga kredibilitas," jelas dia ketika ditemui di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (10/1).

Perry memastikan Bank Sentral akan terus memantau perkembangan global secara keseluruhan. Bahkan sentimen positif sudah ditujukan antara Amerika Serikat dan China yang secara perlahan sudah berlangsung baik.

"Hubungan dagang antara Amerika dan Tiongkok, yang dalam waktu dekat ada penandatanganan kesepakatan perdagangan itu memberikan persepsi yang positif," ungkapnya.

Adanya kesepakatan dagang kedua negara itu, bahkan berdampak terhadap ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dari semula tahun lalu yang diperkirakan mencapai 2,9 persen tahun ini pertumbuhan ekonomi global bisa mencapai 3,1 persen.

"Dan tentu saja dengan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok tentu saja memberikan peluang bagi kita untuk meningkatkan ekspor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan juga memberikan persepsi risiko yang positif bagi aliran modal asing ke dalam negeri," jelasnya.

Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Tembus Rp10,1 Triliun

asing masuk indonesia tembus rp101 triliun rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bank Indonesia (BI) mencatat arus masuk modal asing atau capital inflow ke Indonesia hingga per 9 Januari 2020 telah mencapai Rp10,1 triliun. Aliran dana tersebut masuk melalui portofolio Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham.

"Data sampai 9 Januari menunjukkan inflow investasi portofolio sejumlah Rp10,1 triliun," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (10/1).

Dari total aliran modal asing sebesar Rp10,1 triliun tersebut, yang masuk melalui portofolio SBN mencapai Rp10 triliun, kemudian masuk ke pasar saham mencapai Rp1,3 triliun.

"Dan ini menunjukkan aliran modal asing masuk ke Indonesia di bulan Januari itu besar, dan ini menunjukkan confident investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia, di dalam investasi portofolio, karena memang tidak hanya masalah confiden terhadap prospek ekonomi," jelas dia.

Perry berharap dengan capaian ini akan membuat neraca modal di kuartal I-2019 bisa lebih baik. "Alhamdulillah. Insya Allah modal asing ini akan memperkuat eksternal kita, dalam bentuk surplus neraca modal di triwulan satu ini," katanya.

Dengan capaian tersebut juga membuktikan bahwa tingkat kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih cukup bagus. Hal ini tidak terlepas dari berbagai langkah kebijakan Bank Indonesia, bersama pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP