Genjot Harga Karet, Pemerintah Akan Manfaatkan Untuk Perlengkapan Jalan

Senin, 25 Februari 2019 18:35 Reporter : Dwi Aditya Putra
Genjot Harga Karet, Pemerintah Akan Manfaatkan Untuk Perlengkapan Jalan Menhub Budi Karya soal pemanfaatan karet. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, melakukan rapat koordinasi bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantornya, Jakarta. Pertemuan ini membahas mengenai kebijakan peningkatan serapan karet dalam negeri.

"Di perhubungan, untuk long term. Produk berhubungan dengan karet seyogyanya diinisiasi untuk dibuat pabrik-pabrik di Indonesia. Contoh paling besar adalah buat pabrik vulkanisir di Indonesia," kata Menhub Budi usai ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2).

Menhub Budi mengatakan, selain pembuatan pabrik, ada beberapa hal juga untuk mendorong penggunaan karet di lingkup kementeriannya. Salah satunya sebagai bahan baku industri perlengkapan jalan.

"Ada pembatas jalan. Satu-satu kita bahas yang ada hubungannya dengan perhubungan. Termasuk untuk perkeretaapian juga dan bantalan pelabuhan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menambahkan, produksi karet yang melimpah dapat digunakan untuk pembuatan alat-alat fasilitas keselamatan lalu lintas. Seperti misalnya traffic cone, water barrier, roller barrier, hingga speed bump.

"Intinya kita ingin meningkatkan karet, ini kan produksinya cukup banyak, tapi diserap banyak untuk kepentingan kita," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat kerja dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan. Mengingat saat ini, harga jual karet alam tengah menurun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menyebutkan, hasil rapat tersebut menghasilkan keputusan pemerintah siap menyerap 2.000 ton karet untuk dijadikan bahan campuran pembuatan aspal.

Dia menjelaskan, penggunaan aspal karet tersebut akan dilakukan di beberapa daerah yang merupakan penghasil karet terbesar antara lain Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Dengan harapan dapat mendongkrak harga karet yang kian terpuruk.

"Kita akan angkat (harga karet), jadi akan naik terutama di beberapa sentra karet di Indonesia Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Karena sekarang harga karet agak turun. Nah, kita harapkan ada terbentuk satu harga untuk masyarakat," kata Dirjen Budi. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini