Pemerintah Jokowi Bakal Manfaatkan 2.000 Ton Karet Jadi Bahan Campuran Aspal

Senin, 7 Januari 2019 13:43 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Pemerintah Jokowi Bakal Manfaatkan 2.000 Ton Karet Jadi Bahan Campuran Aspal jalan aspal. ©2017 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat kerja dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan. Ini perlu dilakukan karena harga jual karet alam tengah mengalami penurunan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menyebutkan hasil rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa pemerintah siap menyerap 2.000 ton karet untuk dijadikan bahan campuran pembuatan aspal.

Dia menjelaskan, penggunaan aspal karet tersebut akan dilakukan di beberapa daerah yang merupakan penghasil karet terbesar seperti Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Dengan harapan dapat mendongkrak harga karet yang kian terpuruk.

"Kita akan angkat (harga karet), jadi akan naik terutama di beberapa sentra karet di Indonesia Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Karena sekarang harga karet agak turun. Nah, kita harapkan ada terbentuk satu harga untuk masyarakat," kata Dirjen Budi saat ditemui usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/1).

Jalan yang akan menggunakan aspal karet adalah sepanjang 93,66 kilometer (Km) dengan jumlah 2.542,20 ton untuk perbaikan atau tambalan jalan rusak.

"Itu kilometernya 93,66 (km) yang akan dibutuhkan jalan penyerapan karet. Itu biasanya untuk overlay, jadi untuk perbaikan saja," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (Ilmate), Achmad Sigit menyebutkan karet yang akan dijadikan campuran aspal sebanyak 8 persen. Proses pembuatannya akan menggunakan tiga tiga teknologi untuk memproduksi aspal karet, yakni lateks, masterbatch, dan skat.

"Bakal menyerap (karet) 7-8 persen dari kebutuhan aspal. Itu kita pakai tiga teknologi, menggunakan lateks, kemudian masterbatch, kemudian ada yang pakai skat," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini