Gara-Gara Virus Corona, Optimisme Ekonomi Lebih Baik di 2020 Ambyar dalam Sebulan

Rabu, 19 Februari 2020 19:38 Reporter : Dwi Aditya Putra
Gara-Gara Virus Corona, Optimisme Ekonomi Lebih Baik di 2020 Ambyar dalam Sebulan Menteri Sri Mulyani. ©2020 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui awal 2020 menjadi titik berat bagi ekonomi global. Sebab, mewabahnya virus corona menjadi ancaman bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

"Problem sangat cepat corona virus membuat dinamika hanya sebulan. Optimisme (2020) lebih baik di 2019 nampak terhantui oleh munculnya masalah virus corona," kata Menteri Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Rabu (17/2).

Menteri Sri Mulyani mengatakan imbas dari virus corona yang mengancam ekonomi China berdampak ke dunia lantaran negeri Tirai Bambu itu memegang porsi besar rantai dagang dunia. "Maka terjadi revisi sangat signifikan karena RRT menjadi pusat ekonomi terbesar di dunia," imbuh dia.

Dia menambahkan, sektor ekonomi Indonesia berpotensi terdampak yakni sektor jasa khususnya pariwisata. Mengingat sumbangan turis China di Indonesia mencapai 13 persen, terbesar kedua setelah Malaysia.

Selain sektor pariwisata, sektor manufaktur dan perdagangan internasional juga akan terdampak. Mengingat, 27 persen impor non migas berasal dari China, kemudian 16,7 persen pangsa ekspor Indonesia adalah China.

"Dampak lain (virus corona) adalah penurunan aliran foreign direct investment (FDI)," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Virus Corona Picu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anjlok ke 4,7 Persen

picu pertumbuhan ekonomi indonesia anjlok ke 47 persen

Ekonom Chatib Basri memaparkan bahaya dampak wabah virus corona terhadap perekonomian Indonesia. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi negara bisa anjlok di bawah 5 persen hingga 4,7 persen akibat penyebarannya.

Sebagai langkah antisipasi, dia mengimbau pemerintah untuk bisa belajar dari data historis terkait penyebaran virus SARS yang terjadi pada 2003 silam.

"Jadi yang bisa dilakukan itu adalah melihat pola yang sama ketika terjadinya SARS. Karena kan kita engga tahu corona virus ini pertama terjadi sampai kapan, seberapa jauh, itu kita enggak bisa tahu," ujar dia di Jakarta, Selasa (18/2).

"Yang kita bisa lakukan adalah (melihat) dari apa yang terjadi daripada kasus SARS, lalu ketika itu terjadi implikasinya pada Indonesia itu apa," dia menambahkan.

[bim]

Baca juga:
Akibat Virus Corona, Bank Mandiri Tunda Akuisisi Bank di Korea Selatan
Virus Corona Tak Ganggu Kinerja Ekspor Freeport
WNI Terinfeksi Corona di Singapura Sembuh, Sudah Pulang dari Rumah Sakit
Israel Berencana Bangun Pabrik Pembuatan Vaksin Corona
Apple sebut Virus Corona Pengaruhi Bisnis Perusahaan
Intip Aktivitas Pasien Gejala Ringan Virus COVID-19 di Rumah Sakit Wuhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini