Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara BUMN Pangan, Dahlan Iskan Merasa Gagal Menjadi Menteri

Gara-gara BUMN Pangan, Dahlan Iskan Merasa Gagal Menjadi Menteri Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merasa gagal menjadi menteri gara-gara kinerja BUMN Pangan yang dinilai kurang berkontribusi bagi negara. Menurutnya, negara sebesar Indonesia justru kuat di bidang pertahanan namun kalah di bidang pangan.

"Sebetulnya, saya merasa gagal ketika menjadi menteri adalah ketika mendorong agar BUMN mempunyai perusahaan di bidang pangan yang se raksasa-raksasanya. Karena BUMN milik negara, sedangkan pangan adalah ketahanan negara," ujarnya dalam Video Conference, Jakarta, Senin (18/5).

Dia mengatakan, seharusnya BUMN Pangan harus memperkuat posisinya untuk sebesar-besarnya berkontribusi menjamin kesejahteraan masyarakat. BUMN Pangan tidak boleh lebih kecil jika dibandingkan dengan BUMN lain disektor yang berbeda.

"Seharusnya jangan sampai BUMN di bidang pangan lebih kecil dibanding BUMN yang di bidang bisnis pada umumnya yang semua orang sudah bisa melakukan. Ini betul-betul terbalik. Tetapi saya merasa gagal di sini bahkan saya hampir saja menjadi korban di situ," paparnya.

Dahlan melanjutkan, BUMN Pangan harus tetap melayani rakyat sebagai suatu badan usaha pertahanan negara. Bahkan, dia bergurau, BUMN Pangan tidak boleh kalah dengan Bakso Blok S karena kecil dan jelek,

"Tetapi saya kira ini ide harus tetap hidup bahwa, agak memalukan menurut pendapat saya, kalau BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terkait di bidang ketahanan negara, tetapi sangat lemah dalam bidang yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik," jelasnya.

"Misalnya waktu itu saya prihatin bahwa BUMN di bidang pangan kalah dengan bakso blok S. Saking kecilnya dan saking jeleknya," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP