Gaikindo tegaskan industri otomotif tak terganggu pelemahan Rupiah

Jumat, 14 September 2018 19:29 Reporter : Mohamad Taufik
Suzuki Raih Juara 2 Booth Favorit GIIAS. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, menegaskan kenaikan kurs Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah akhir-akhir ini tidak berdampak pada kondisi industri otomotif nasional. Pun, pada harga produk, sejauh ini masih terkendali.

"Sejauh ini belum berdampak. Kalau soal pengaruhnya terhadap harga, itu kan terserah masing-masing perusahaan. Tapi sampai saat ini masih terkendali, masih ada beberapa bulan semoga berjalan dengan baik," katanya usai pra pembukaan GIIAS Surabaya Auto Show 2018, Jumat (14/09).

Seperti diketahui, Rupiah melemah terhadap Dolar AS akhir-akhir ini. Bahkan, pekan lalu sempat menyentuh Rp 14.900. Pembukaan perdagangan hari ini saja, nilai kurs Dolar kembali bergerak melemah.

Mengutip data Bloomberg, Jumat pagi ini Rupiah dibuka di Rp 14.801 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.840 per USD. Namun, setelah itu Rupiah bergerak melemah ke level Rp 14.839 per USD.

Sebelumnya, Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menanggapi depresiasi atau pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut.

Kukuh menjelaskan, untuk biaya produksi mobil misalnya, beberapa merek tertentu bisa jadi terpengaruh. Tapi tidak terlalu serius. Sebab, ada hitungan lain yang ternyata membuat bisnis otomotif tetap surplus.

Dia mencontohkan, bahan baku produksi mobil selama ini lebih dari 100 persen sudah terpenuhi di dalam negeri. Meskipun ada kalanya untuk item-item tertentu masih mengimpor.

Nah, untuk merek mobil tertentu ternyata juga jumlah penjualan domestiknya kecil, dan justru penjualan ke luar negeri tinggi (ekspor). "Kalau seperti itu kan masih surplus. Ada juga yang penjualan di domestik tinggi, ekspor rendah, tapi bahan bakunya semuanya dipenuhi di dalam negeri," katanya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini