Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gadai KTP untuk BBM di SPBU kerap dilakukan pengendara mobil di DKI

Gadai KTP untuk BBM di SPBU kerap dilakukan pengendara mobil di DKI SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menyebut saat ini tidak banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menerima gadai KTP, STNK hingga ponsel sebagai alat alternatif pembayaran bensin. Sebab, cara ini membuat para pengelola SPBU merugi apabila konsumen tidak dapat menebus alat gadainya.

Sekretaris Jenderal Hiswana Migas, Syarif Hidayat, mengakui praktik tersebut kerap dilakukan konsumen saat membeli BBM dan beralasan lupa membawa dompet bahkan tak memiliki uang.

"Sekarang tidak ada SPBU yang mau terima KTP. Kan bisa saja mereka lapor kehilangan ke kepolisan lalu terbitkan (identitas) yang baru," ujarnya di Hotel Acacia, Jakarta, Senin (21/11).

Ironisnya, konsumen yang kerap menggunakan modus gadai adalah pengguna mobil. Bahkan, setiap harinya ada konsumen yang menggadaikan sesuatu demi mendapatkan beberapa liter bensin.

"Iya lumayan sering, dalam satu hari ada saja tuh yang lupa bawa uang. Biasanya di Jakarta, tempat saya di Simatupang masih suka alami orang lupa bawa dompet," ucap dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP