Februari, pasar modern Limbangan ditargetkan mulai beroperasi

Jumat, 5 Februari 2016 17:25 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Februari, pasar modern Limbangan ditargetkan mulai beroperasi Pasar tradisional jelang Lebaran. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - PT Elva Primandiri menyatakan Pasar Limbangan ditargetkan bisa beroperasi bulan ini. PT Elva Primandiri, selaku pengembang pasar, menargetkan proses perizinan bisa rampung secepatnya.

Direktur Utama PT Elva Primandiri, Elva Waniza, mengatakan masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tinggal menunggu analisis dampak lingkungan lalu lintas (Amdal Lalin). Saat ini sudah ada tim tengah menganalisa rekayasa lalu lintas yang bisa dilakukan di jalur yang melewati pasar Limbangan.

"Untuk Amdal Lingkungan sudah selesai dan tinggal menunggu Amdal Lalin saja, di mana kita mengikuti peraturan tahun terbaru dari kementerian," jelasnya, Jumat (5/2).

Dia berharap agar IMB bisa diselesaikan bulan Februari ini sehingga para pedagang bisa menempati tempat berjualan yang baru. Jika IMB sudah dikeluarkan oleh BPMPT, dia akan langsung mengedarkannya kepada pedagang sehingga segera pindah lokasi dari lokasi penjualan sementara di lapangan Pasopati.

"Sebetulnya saya tidak tega dengan nasib pedagang dan sangat sering bertanya kepada kami kapan pindah? Kami sudah merugi berjualan di pasar sementara dan suka ada gangguan. Kami juga sudah tidak enak dengan yang punya lapangan karena ingin segera dijadikan tempat main bola oleh pemuda dan santri pesantren," ungkapnya.

Terkait adanya ketakutan warga Sindang Anom pada berkurangnya kapasitas air karena pembuatan sumur bor pasar, Elva menyebutkan jika sumur bor yang dibuat dangkal, berkapasitas kecil, namun menggunakan teknologi tinggi. Pihaknya hanya melakukan pembesaran pada bak penampungannya sehingga bisa meng-cover pedagang dan pembeli di pasar limbangan.

"Untuk masalah sampah, polusi, getaran dan lainnya kami sudah berusaha menggunakan teknologi yang bisa kami siapkan untuk mengurangi dampak yang ditakutkan," katanya.

Kemarin, seyogianya menjadi waktu penentu untuk permasalahan pasar Limbangan yang selama ini dianggap bermasalah. Pertemuan empat arah antara Pemda Garut, Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L), warga Sindang Anom, dan PT Elva Primandiri selaku pengembang batal terlaksana karena tidak hadirnya unsur P3L dan warga Sindang Anom.

"Kita akan mengegendakan kembali pertemuan ini, waktunya minggu depan. Nanti akan dikomunikasikan kembali dengan pemerintah setelah dengan warga setempat dan P3L," ujar Asisten Daerah Bidang Ekonomi Pemda Garut, Yatie Rohayatie. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. Pasar
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini