Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan Ketahanan Pangan Jambi. Melalui diseminasi fiskal regional, DJPb berupaya menyusun strategi pertumbuhan wilayah yang berfokus pada sektor pangan. Kegiatan ini dimotori oleh Kepala Seksi PPA 2C Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Jambi, Mustaqim Siga, pada hari Sabtu lalu, sebagai bagian dari pemanfaatan Kajian Fiskal Regional.
Ketersediaan pangan yang memadai merupakan fondasi utama untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana harian (Plh) Kepala Kanwil DJPb Jambi, Ahmar Rudi, dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada jumlah ketersediaan, tetapi juga pada akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau serta kualitas yang aman.
Isu ketahanan pangan memiliki dimensi yang sangat penting, erat kaitannya dengan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Ahmar Rudi menambahkan bahwa pencapaian ketahanan pangan adalah hasil sinergi berbagai subsistem yang saling mendukung. Ini merupakan harapan dan tujuan bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan serta stabilitas nasional.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Ketahanan Pangan dan Sinergi Regional
Ketahanan pangan di Jambi menjadi sorotan utama dalam upaya pembangunan daerah. Ahmar Rudi menegaskan bahwa tanpa ketersediaan yang cukup dan akses memadai, ketahanan pangan tidak akan terpenuhi secara optimal. Ini bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga memastikan setiap individu memiliki kemampuan untuk mendapatkan makanan bergizi yang aman.
Aspek harga yang terjangkau juga menjadi krusial dalam memastikan aksesibilitas pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang mendukung stabilitas harga dan distribusi yang efisien sangat dibutuhkan. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target Ketahanan Pangan Jambi.
Diseminasi fiskal regional yang dilakukan DJPb Jambi merupakan langkah konkret dalam mengidentifikasi tantangan dan peluang. Kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran untuk memperkuat fondasi pangan di provinsi Jambi. Kolaborasi antar sektor adalah esensi untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Strategi Peningkatan Produksi Padi di Jambi
Meskipun ada upaya peningkatan, Provinsi Jambi menghadapi tantangan dalam produktivitas pertanian. Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, DR Ahmad Subhan, sebagai pemateri, menyoroti penurunan produktivitas padi sebagai salah satu hambatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan bahwa total luas panen tahun 2024 mencapai 61,63 ribu hektare, meningkat 0,64 persen dibandingkan tahun 2023.
Sementara itu, produksi padi pada tahun 2024 tercatat sebanyak 281,02 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,84 persen dibandingkan produksi tahun 2023 yang sebesar 275,94 ribu ton GKG. Peningkatan ini patut diapresiasi, namun tantangan dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas tetap menjadi prioritas utama untuk Ketahanan Pangan Jambi.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bappeda Provinsi Jambi berupaya mengoptimalkan lahan pertanian sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi dan kabupaten/kota. Salah satu strategi yang diterapkan adalah mengubah pola tanam dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan dan berkontribusi pada ketersediaan pangan lokal.
Advertisement
Advertisement
Ketahanan Pangan sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Prof Junaidi, Local Expert Kanwil DJPb Provinsi Jambi, menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya isu sektoral, melainkan isu strategis. Isu ini tidak hanya menyangkut ketersediaan pangan semata, tetapi juga merupakan bagian integral dari agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pendekatan holistik diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan pangan di masa depan.
Pembangunan berkelanjutan dalam konteks pangan mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ini berarti memastikan praktik pertanian yang ramah lingkungan, distribusi yang adil, dan harga yang stabil. Dengan demikian, setiap kebijakan yang berkaitan dengan pangan harus mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen DJPb Jambi dan berbagai pihak terkait dalam mendukung Ketahanan Pangan Jambi mencerminkan pemahaman akan pentingnya isu ini. Sinergi yang kuat dan implementasi strategi yang efektif akan menjadi penentu keberhasilan Jambi dalam mencapai kemandirian pangan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih stabil dan sejahtera.
Advertisement
Sumber: AntaraNews