Fakta unik di balik anjloknya Rupiah mendekati Rp 14.000 per USD

Kamis, 26 April 2018 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Fakta unik di balik anjloknya Rupiah mendekati Rp 14.000 per USD Jusuf Kalla.
3. Ada sisi positif

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan nilai tukar (kurs) mata uang selalu memiliki efek positif dan negatif. Dari sisi negatif akan berdampak pada barang impor dan positifnya kata JK akan berdampak ke ekspor.

"Jadi juga itu positif untuk turis masuk. Negatif untuk siapa yang ingin belanja keluar negeri. Jadi efeknya seperti itu. Jadi balance saja," lanjut JK.

Menurutnya, pelemahan rupiah tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor yang nantinya dapat menambah cadangan devisa. Dia juga menjelaskan pemerintah sudah berusaha untuk mendompleng ekspor dengan cara memperluas perdagangan dengan pasar-pasar potensial salah satunya Afrika.

Untuk itu, pemerintah tengah berunding terkait perjanjian perdagangan bebas dengan Australia dan Uni Eropa, guna menambah cadangan devisa. "Kita mempercepat membuka pasar lebih bagus dengan cara hubungan bilateral maupun multilateral dengan negara-negara lain," tutur JK.

Meski demikian, pemerintah sampai saat ini belum bisa memprediksi sampai kapan pelemahan Rupiah ini akan berlangsung. Mengingat, kondisi global masih bergejolak, seperti kritikan yang menyerang Presiden AS Donald Trump, perekonomian AS justru semakin berkembang.

Baca juga:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini