Fakta Miris Negara Paling Miskin di Dunia, Gaji Polisi Lebih Rendah dari Harga Pizza
Merdeka.com - Sejumlah negara di Benua Afrika masih berjibaku dengan kemiskinan ekstrem. Global Finance Magazine, bahkan menempatkan Burundi pada peringkat pertama sebagai negara paling miskin di dunia.
Negara kecil Burundi yang terkurung daratan, yang dilanda konflik etnis Hutu-Tutsi dan perang saudara. Dengan sekitar 90 persen dari hampir 12 juta penduduknya bergantung pada pertanian subsisten, dan sebagian besar dari mereka hidup dalam kemiskinan ekstrem.
Kelangkaan pangan menjadi perhatian utama, tingkat kerawanan pangan hampir dua kali lebih tinggi dari rata-rata sub-Sahara negara-negara Afrika.
Selain itu, akses ke air dan sanitasi masih sangat rendah, dan kurang dari 5 persen penduduk memiliki listrik. Semua masalah ini diperburuk oleh pandemi dan perang di Ukraina. Tercatat produk Domestik Bruto negara Burundi tahun 2022 sebesar USD 856 dollar per kapita.
Tak habis di situ, Burundi menyimpan cerita kelam tentang kemiskinan. Berikut fakta-fakta kemiskinan di Burundi:
Pengeluaran Penduduk Hanya Rp20.000 per Hari
Empat dari lima orang Burundi hidup dengan kurang dari USD 1,25 per hari atau di bawah Rp20.000 (asumsi kurs Rp15.300). Temuan ini merujuk pada laporan Bank Dunia.
"Empat dari lima orang Burundi hidup dengan kurang dari USD1,25 sehari," kata Bank Dunia dilansir melalui Reuters.com, Jakarta, Senin (20/3).
Dengan ini nilai pendapatan masyarakat Burundi tersebut setara tarif parkir mobil selama 4 jam di pusat perbelanjaan wilayah DKI Jakarta. Estimasi ini mengutip Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017, di mana tarif parkir mobil berkisar antara Rp4.000 hingga Rp5.000 per jam.
Gaji Polisi Hanya Sekitar Rp200.000 per Bulan
Pendapatan atau gaji seorang Polisi di Burundi hanya USD 14 untuk setiap bulan. Angka ini setara Rp215.000 (asumsi kurs Rp15.300/USD).
"Sekitar USD 14," ujar salah satu warga yang identitasnya disembunyikan dalam vlog Ruhi Cenet Bahasa Indonesia.
Dengan pendapatan ini, maka gaji Polisi Burundi lebih murah dari Limo Pizza 1 meter yang di jual Rp284.000. Harga ini merujuk pada layanan pesan antar makanan di salah satu e-commerce berwarna orange.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, polisi negara setempat bergantung pada uang suap. Namun, nilai uang suap yang diterima tidak begitu besar.
"Mereka hanya mendapatkan uang untuk minum bir, mereka tidak mendapatkan banyak," jelas sumber tersebut.
Hidup dari Sumbangan Negara Lain
Separuh anggaran negara berasal dari donor/sumbangan negara lain dan pemerintah. Namun, sebagian besar pemberi kerja mengalami kesulitan membayar gaji karena pemotongan bantuan dan penurunan pendapatan pajak.
Selain itu, Uni Eropa, Amerika Serikat, Belgia, dan Belanda sebagai donatur utama telah menahan jutaan dolar bantuan dalam upaya mendorong Presiden Nkurunziza untuk bernegosiasi dengan pihak oposisi terkait keamanan politik.
"Pendonor mendanai 60 persen dari anggaran kesehatan dan obat-obatan telah habis di banyak pusat kesehatan masyarakat, memaksa orang untuk membeli obat di apotek swasta, kata Penatua Unicef," tulis Reuters.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya