ESDM: Manfaat Panas Bumi Bukan Hanya untuk Pembangkit Listrik
Merdeka.com - Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harris Yahya, mengatakan pemanfaatan panas bumi memiliki peluang sebagai pendorong sektor perekonomian. Panas bumi tidak hanya untuk pembangkit listrik, tapi juga bisa digunakan di berbagai industri lain.
"Kalau kita melihat potensi pemanfaatan panas bumi tidak hanya yang terkait dengan pemanfaatan tidak langsung seperti listrik, tapi juga ada potensi lain yang saat ini memang belum dioptimalkan," kata Harris dalam webinar Ruang Energi: Sinergi Mendukung Pengembangan Panas Bumi pada Kamis (6/5).
Energi panas bumi, katanya, dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara seperti tujuan pariwisata, pendinginan atau pembuatan es, produksi hidrogen, industri kertas dan makanan, produksi bioethanol dan biogas, serta budidaya perikanan.
Pemanfaatan Panas Bumi Masih Rendah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerdasarkan data Badan Geologi per Desember 2020, sumber daya panas bumi Indonesia sebanyak 23.765,5 MW. Namun, pemanfaatannya baru mencapai 2.130 MW, masih di bawah target 2020 yaitu 2.270,7 MW.
Dari total kapasitas terpasang tersebut, telah menghasilkan listrik sebesar 15,49 Terra Watt hour (TWh) pada 2020, dan memproduksi uap sebesar 110,9 juta ton.
Wilayah pengembangan panas bumi saat ini terdiri dari 64 Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) dan 14 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE). Rinciannya, 19 WKP eksisting dan 45 WKP baru.
"Panas bumi juga memberikan kontribusi ekonomi melalui PNBP dengan capaian Rp 1,96 triliun pada 2020. Ini 164 persen dari target 2020," kata Harris.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya