Emas Jadi Pilihan Tepat Investasi di Tengah Ancaman Resesi
Merdeka.com - Instrumen investasi emas menjadi pilihan tepat di tahun 2023. Sebab, harga logam mulia ini diprediksi terus menguat pada sepanjang tahun ini.
Direktur PT Laba Forexindo berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan, kian berkilaunya harga emas dipengaruhi oleh bayang-bayang resesi global yang terjadi di tahun 2023. Proyeksi ini membuat investor memilih emas karena merupakan instrumen investasi yang aman (safe haven).
"Harga emas stabil di dekat level tertinggi sembilan bulan hingga pada hari Rabu (25/1) karena kekhawatiran akan resesi yang menjulang membuat permintaan safe haven meningkat," ujar Ibrahim di Jakarta, Kamis (26/1).
Selain ancaman resesi global, rencana kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Feduntuk menurunkan tingkat suku bunga juga membuat konsumen sementara waktu mengalihkan asetnya ke logam mulia. Saat ini, harga emas terus mengalami kenaikan dibandingkan pasar saham yang cenderung mengalami penurunan.
"Harga emas naik melewati penurunan di pasar saham, karena permintaan safe haven untuk logam melampaui dolar (USD) di tengah meningkatnya harapan bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," jelas Ibrahim.
Saat ini, harga emas batangan juga jauh mengungguli logam mulia lainnya sepanjang tahun ini. Emas naik sekitar 6 persen, sementara perak dan platinum masing-masing turun lebih dari 1 persen.
Dalam perdagangan pasar Eropa jam 20.10 WIB, Rabu (26/1) harga emas dunia di level di USD 1925,60 per troyounce. Sedangkan untuk perdagangan Kamis (26/1), emas dunia akan di perdagangkan melemah di rentang USD 1,901.30 per troyounce – USD 1,938.36 per troyounce.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya