Elpiji 3 Kg di Makassar langka, diduga ditimbun masyarakat mampu

Selasa, 14 November 2017 20:12 Reporter : Salviah Ika Padmasari
elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Masyarakat di sejumlah kecamatan di Makassar, Sulawesi Selatan kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram (Kg) sejak tiga hari terakhir. Bahkan, masyarakat harus mencari tempat baru untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Salah seorang warga, Sitti Salma mengatakan, sepanjang hari dia telah berusaha mencari ketersediaan gas 3 Kg kepada pengecer. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Tidak hanya itu, kelangkaan serupa juga dirasakan warga di daerah Gowa, provinsi yang sama. "Di Gowa juga mulai kosong karena sejak kemarin saya cari tapi susah sekali dapat gas 3 Kilogram," ujar Abriawan di Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (14/11).

Manager Communication and Relation Pertamina MOR VII Sulawesi, Hermansyah Y Nasroen mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kelangkaan gas 3 Kg di kawasan tersebut. Dia menegaskan, distribusi ke tingkat agen dan pangkalan tergolong lancar beberapa waktu belakangan.

"Kita belum tahu kenapa sampai kurang seperti ini karena distribusinya lancar dan tidak ada pengurangan penyaluran. Gas 3 Kg itu bersubsidi, ada kuotanya dan hitungan kita sampai Oktober itu sudah terdistribusi 80 persen lebih artinya sampai akhir tahun ini harusnya cukup," jelas Hermansyah.

Hermansyah menduga penyebab kelangkaan tersebut karena masyarakat mampu dan pelaku bisnis restoran melakukan penimbunan gas. Padahal pemerintah telah mengimbau penggunaan gas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

"Warga yang tergolong mampu, disarankan menggunakan gas 5,5 Kg atau 12 Kg. Pelaku usaha mikro juga sebenarnya boleh menggunakan gas isi 3 kilogram namun jika usahanya sudah besar harusnya beralih ke gas non subsidi," jelasnya.

Hermansyah menambahkan, pihaknya bersama pemerintah setempat akan terus menyelidiki penyebab kelangkaan tersebut. Untuk mengantisipasi kelangkaan gas yang terjadi, Pertamina telah melakukan operasi pasar sejak dua hari lalu.

"Intinya sementara ini dugaan kita adalah kurangnya ketersediaan stok itu karena ada penggunaan yang kurang tepat sasaran ditambah lagi panic buying. Kalau tidak panic buying pasti semua akan kebagian dengan quota yang ada," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.