Ekonomi Tumbuh Negatif, Benarkah Indonesia akan Alami Resesi?

Rabu, 5 Agustus 2020 15:31 Reporter : Anggun P. Situmorang
Ekonomi Tumbuh Negatif, Benarkah Indonesia akan Alami Resesi? krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 sebesar -5,32 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi merupakan kontraksi terdalam sejak kuartal I-1999 yang tercatat sebesar -6,13 persen.

Lalu dengan pertumbuhan ekonomi negatif, benarkah Indonesia akan memasuki jurang resesi?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, wabah pandemi Covid-19 membatasi aliran manusia, barang dan juga uang, dampaknya sangat luar biasa. Dengan keterbatasan aktivitas sosial ekonomi, maka kegiatan konsumsi, investasi dan juga ekspor impor di semua negara mengalami penurunan yang sangat tajam.

"Semua negara diyakini tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi. Proses resesi nya sendiri sudah berlangsung sejak awal tahun Ketika wabah Covid mulai melanda China dan menyebar ke berbagai negara," ujarnya, Rabu (5/8).

Indonesia, sebagaimana negara lain, diperkirakan juga akan mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II negatif 5,32 persen. Hal yang sama juga diprediksi akan terjadi pada kuartal III dan IV. Apabila perkiraan ini benar-benar terjadi, maka Indonesia pada bulan Oktober nanti akan secara resmi dinyatakan resesi.

"Meskipun Indonesia nanti dinyatakan resesi, masyarakat tidak perlu panik. Sekali lagi resesi sudah menjadi sebuah kenormalan baru di tengah wabah. Hampir semua negara mengalami resesi. Yang lebih penting adalah bagaimana dunia usaha bisa bertahan di tengah resesi," paparnya.

Baca Selanjutnya: Semua Negara Berpotensi Resesi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini