Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Kesuksesan akan bergantung pada kerja keras yang dilakukan seseorang.

Si raja utang, kiranya julukan itu yang tepat disematkan pada Fathul Hasan ketika mengalami keterpurukan ekonomi.

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Segala pekerjaan serabutan dia lakukan, namun tidak cukup mendongkrak perekonomian keluarga.

Dalam wawancara yang diunggah akun YouTube Pecah Telur, Hasan bercerita sebelum bekerja serabutan, dia pernah merintis usaha sebagai puyuh petelur di tahun 2011.

Saat itu Hasan belum memiliki modal untuk memulai usaha puyuh petelur. Dia kemudian terpengaruh atas cerita teman yang menganjurkan untuk meminjam uang ke rentenir untuk memulai usahanya.

Pinjaman untuk modal usaha tidak diketahui istri Hasan. Satu tahun berjalan, usahanya bangkrut. Hasan tidak memiliki pemasukan lagi untuk menghidupi keluarganya. Sementara dia harus melunasi utang.

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Tawaran pekerjaan pun datang. Hasan merantau ke Kalimantan Barat, bekerja di kadang sawit. Satu bulan di sana, dia sakit-sakitan hingga kembali ke kampung halamannya di Kediri, Jawa Timur.

Tak ingin berlama-lama, Hasan kembali ke Kalimantan. Kali ini dia merantau ke Kalimantan Selatan menjadi kuli bangunan. Ujian pahit masih menghinggapi kehidupan Hasan. Setelah proyek selesai, upahnya tidak dibayar penuh. Kontraktor kabur.

"Dibayar cuma Rp800.000. Akhirnya Rp400.000 saya kirim ke istri saya, Rp400.000 sisanya untuk saya bertahan hidup di sini (Kalimantan Selatan)," kata Hasan, ditulis Sabtu (4/11).

Dengan modal yang ada, Hasan terus mencari peluang agar bisa mendapatkan penghasilan. Pekerjaan kembali datang.

Dia menjadi penyadap karet. Usai penyadap karet, Hasan dibekali sepeda motor oleh bos yang memberinya pekerjaan, untuk berjualan pentol.

Jualan pentol Hasan cukup lancar. Hingga satu waktu, jualannya tak pernah habis. Dia mengandung kondisi itu ke sang ayah. Hingga kemudian ditemukan sebuah sesajen pada selipan motor yang biasa digunakan Hasan berjualan.

Dia frustasi, dan memutuskan untuk kembali ke Kediri dan merenung sesaat tentang kehidupannya yang dia anggap selalu gagal. Sulitnya ekonomi Hasan saat itu, dia bahkan selalu berutang untuk melunasi utang.

"Rasanya seperti itu titik terendah hidup saya. Saya bahkan "ngegembel" di alun-alun Blitar, sering juga ke makam Bung Karno ya diam aja di sana, karena enggak tahu lagi harus berbuat apa," kenangnya.

Merdeka.com

Harga diri Hasan sebagai Kepala keluarga kembali diuji ketika dia tak mampu memberi nafkah kepada istri dan anaknya.

"Saya ingat betul istri saya sms, mas aku sama anak belum makan seharian, uang di dompet cuma ada Rp5.000. Saya di situ nangis dan berharap pengalaman itu tidak terjadi lagi," kenangnya.

Melihat sang suami pontang-panting mengais rezeki, istri Hasan meminta izin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Singapura. Hasan mengizinkan meski cukup berat. Berjalan lima tahun, Hasan tidak lagi mengizinkan istrinya bekerja ke Singapura. Dia yakin mampu membiayai keluarga meski penuh upaya yang sangat sulit.

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Ketika COVID-19 melanda Indonesia di 2020, mengoleksi ikan cupang menjadi hobi baru. Hasan mengambil peluang berbisnis ternak cupang. Dari bisnis ini, Hasan meraup cuan signifikan.

Namun bisnis ikan cupang tidak bertahan lama. Saat pandemi COVID-19 mulai mereda, koleksi ikan cupang tidak lagi diminati.

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele

Saudara Hasan kemudian menyarankan Hasan merintis usaha pemijahan lele. Usulan itu kemudian dieksekusi Hasan. Bermodal Rp200.000 Hasan memulai usaha pemijahan lele dengan satu kolam terpal. Hasilnya, Hasan mendapatkan untung Rp800.000.

Hasan pun yakin pemijahan lele menjadi jodoh untuknya membangun sebuah usaha. Dia ingin mengembangkan usaha tersebut namun terpentok dengan modal. Dia kembali menemui saudaranya dan berniat meminjam uang.

"Saudara saya bilang kalau mau kembangkan usaha lele ini enggak usah pinjam, biar saya saja yang modalin, nanti biar dihitung porsi keuntungannya saja," kata Hasan.

Mendengar ucapan itu Hasan menangis haru. Dia merasa bantuan tersebut seperti luapan emosi yang pecah karena pengalaman pahit kehidupan.

Mendengar ucapan itu Hasan menangis haru. Dia merasa bantuan tersebut seperti luapan emosi yang pecah karena pengalaman pahit kehidupan.

Saat ini, Hasan sudah memiliki 12 kolam permanen, dengan tiga kolam induk. Modal untuk pakan, air, listrik, dan komponen penunjang lainnya menghabiskan modal sekitar Rp16 juta hingga Rp20 juta. Namun, omset yang didapat Hasan per bulan bisa mencapai Rp60 juta.

Ekonomi Terpuruk Sampai Pernah Dijuliki 'Raja Utang', Pria Ini Sukses Jadi Juragan Lele
Kisah Haji Endang, Raup Jutaan Rupiah per Hari dari Jembatan di Karawang
Kisah Haji Endang, Raup Jutaan Rupiah per Hari dari Jembatan di Karawang

Jembatan kayu yang dibangun berdampak besar bagi pergerakan ekonomi warga desa di Karawang.

Baca Selengkapnya
AHY Kritik Pemerintah: Ekonomi Tumbuh Rendah, Utang Justru Meroket
AHY Kritik Pemerintah: Ekonomi Tumbuh Rendah, Utang Justru Meroket

AHY menilai sembilan tahun terakhir ekonomi alami sejumlah kemandekan dan kemunduran serius

Baca Selengkapnya
Menaker Dorong Perusahaan Beri Perhatian ke UMKM
Menaker Dorong Perusahaan Beri Perhatian ke UMKM

Dukungan tersebut harus menjadi motivasi bagi perusahaan lain agar memiliki perhatian yang sama kepada UMKM.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Ekonom: Kenaikan Gaji PNS 2024 Jadi Beban Berat APBN
Ekonom: Kenaikan Gaji PNS 2024 Jadi Beban Berat APBN

Tercatat, belanja pegawai pada tahun 2023 berkisar Rp441 triliun, sementara anggaran untuk kegiatan yang sama pada tahun 2019 hanya mencapai Rp376 triliun.

Baca Selengkapnya
Ketika Pegiat Wisata di Kutai Timur Belajar ke Desa Bonjeruk, Memahami Sapta Pesona
Ketika Pegiat Wisata di Kutai Timur Belajar ke Desa Bonjeruk, Memahami Sapta Pesona

Rombongan ingin melihat secara dekat denyut kehidupan dan ekonomi Desa Bonjeruk.

Baca Selengkapnya
Ganjar Terima Penghargaan Pembina Koperasi: Waktunya Refleksi Diri Bagaimana Ekonomi Merata
Ganjar Terima Penghargaan Pembina Koperasi: Waktunya Refleksi Diri Bagaimana Ekonomi Merata

Salah satu produk ekonomi kreatif yang menjadi andalan Jawa Tengah dikatakan Sri Untari adalah batik tulis.

Baca Selengkapnya
Pejuang Wadas Dukung Prabowo-Gibran: Pemimpin Kerja Nyata Tak Basa Basi
Pejuang Wadas Dukung Prabowo-Gibran: Pemimpin Kerja Nyata Tak Basa Basi

Selain itu, mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut, serta ekonomi hijau yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dan penurunan risiko lingkungan

Baca Selengkapnya
Begini Cara Menghitung Kenaikan UMP 2024 Pakai Rumus Baru Kemnaker
Begini Cara Menghitung Kenaikan UMP 2024 Pakai Rumus Baru Kemnaker

Kenaikan UMP 2024 tergantung dari angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah.

Baca Selengkapnya
Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya
Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Menghabiskan uang demi penampilan akan menjadi kehancuran terbesar.

Baca Selengkapnya