Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Masyarakat ekonomi kelas menengah justru lebih sering menghabiskan uang hanya untuk terlihat hebat di masyarakat.

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Seringkali seseorang tidak sadar bahwa setiap keputusan finansial yang diambil, membuatnya tidak pernah keluar dari jerat ekonomi kelas menengah.

Ahli perencana keuangan, Christopher William berpandangan, masyarakat ekonomi kelas menengah justru lebih sering menghabiskan uang hanya untuk terlihat hebat di masyarakat.

"Satu kebiasaan paling merusak adalah menghabiskan uang melebihi pendapatan Anda," kata Christopher dikutip Go Banking Rates, Minggu (12/11).

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Berikut beberapa kebiasaan yang patut dihindari oleh masyarakat ekonomi kelas menengah:

1. Biaya Langganan

Banyak masyarakat kelas menengah saat ini menjadi membership di banyak toko ritel, pusat kebugaran, atau berlangganan setiap aplikasi online.

"Ini mungkin terlihat murah, tapi ketika biaya ini terakumulasi, itu akan menjadi pengeluaran yang signifikan. Misalnya, jika Anda berlangganan beberapa platform streaming tetapi hanya menonton sesekali, Anda mungkin juga mengeluarkan uang terlalu banyak untuk hiburan," kata pakar keuangan, Jonathan Merry.

2. Investasi untuk Barang Bernilai Susut

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Tidak sedikit juga masyarakat ekonomi kelas menengah membeli barang-barang bernilai susut. Misalnya saja, membeli sepeda motor, mobil, ponsel, dan sebagainya. Semua itu bisa menghambat Anda untuk menabung atau berinvestasi agar keluar dari jerat ekonomi kelas menengah.

3. Mencari Pamor

Perencana keuangan Shirshikov mengatakan, menghabiskan uang demi penampilan akan menjadi kehancuran terbesar.

"Pengeluaran emosional yang didorong oleh keinginan untuk mengimbangi teman sebaya atau tekanan masyarakat bisa sangat merugikan," ujarnya.

Dia bercerita memiliki kolega dengan gaji ratusan juta, namun keuangannya tidak berkembang, atau bisa dikatakan hidupnya tergantung dari gaji ke gaji. Penyebabnya, kebutuhan terus-menerus untuk melakukan upgrade, baik itu gawai, liburan, atau bahkan lemari pakaian. Semua itu yang dilakukan rekan-rekan dan tetangganya.

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

"Ini adalah jebakan yang mudah untuk dilakukan, namun memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kekayaan," ucapnya.

Ekonom: Kenaikan Gaji PNS Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi, Bisa Picu Kesenjangan Sosial
Ekonom: Kenaikan Gaji PNS Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi, Bisa Picu Kesenjangan Sosial

Tak hanya ke PNS,  pemerintah diminta untuk menaruh perhatian yang sama terhadap pekerja swasta hingga pelaku UMKM.

Baca Selengkapnya
ASN Kelurahan Kelapa Gading Barat Paksa PPSU Utang Pinjol Belum Dicopot
ASN Kelurahan Kelapa Gading Barat Paksa PPSU Utang Pinjol Belum Dicopot

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kelapa Gading Barat itu belum dicopot dari jabatannya karena masih dalam pemeriksaan.

Baca Selengkapnya
Sosok Keluarga Bunuh Diri di Malang di Mata Tetangga Dikenal Baik, Secara Ekonomi Cukup
Sosok Keluarga Bunuh Diri di Malang di Mata Tetangga Dikenal Baik, Secara Ekonomi Cukup

Sang suami dikenal tetangga rutin mengikuti jamaah tahlil, kerja bakti lingkungan dan salat berjamaah di masjid.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
AHY Kritik Pemerintah: Ekonomi Tumbuh Rendah, Utang Justru Meroket
AHY Kritik Pemerintah: Ekonomi Tumbuh Rendah, Utang Justru Meroket

AHY menilai sembilan tahun terakhir ekonomi alami sejumlah kemandekan dan kemunduran serius

Baca Selengkapnya
Begini Cara Menghitung Kenaikan UMP 2024 Pakai Rumus Baru Kemnaker
Begini Cara Menghitung Kenaikan UMP 2024 Pakai Rumus Baru Kemnaker

Kenaikan UMP 2024 tergantung dari angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah.

Baca Selengkapnya
Menko PMK Pesan ke Mahasiswa: Sekarang Niatnya Bukan Cari Kerja, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Menko PMK Pesan ke Mahasiswa: Sekarang Niatnya Bukan Cari Kerja, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja

Muhadjir mengatakan, pertumbuhan ekonomi semakin membaik. Namun yang perlu jadi catatan, ketimpangan ekonomi justru meningkat.

Baca Selengkapnya
Menteri Teten Sambutan di Hari Koperasi: Pak Ganjar Harapan Kita Untuk Kemajuan Ekonomi
Menteri Teten Sambutan di Hari Koperasi: Pak Ganjar Harapan Kita Untuk Kemajuan Ekonomi

Menteri Teten Masduki, meyakini jika sosok Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bisa menjadi harapan untuk kemajuan Ekonomi.

Baca Selengkapnya
Kemenko Perekonomian Bantah Ada Ancaman ke Wartawan Usai Pemeriksaan Airlangga
Kemenko Perekonomian Bantah Ada Ancaman ke Wartawan Usai Pemeriksaan Airlangga

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto membantah kabar adanya ancaman kepada wartawan oleh protokol Airlangga.

Baca Selengkapnya
Menkop Teten: Kasihan, Masih Banyak UMKM Kita yang Kerja Serba Sendiri
Menkop Teten: Kasihan, Masih Banyak UMKM Kita yang Kerja Serba Sendiri

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil menengah (UKM) Teten Masduki masih menemukan banyak UMKM yang minim pendampingan.

Baca Selengkapnya