Dulu eksportir gula terbesar dunia, kini Indonesia terikat impor

Senin, 28 April 2014 13:29 Reporter : Idris Rusadi Putra
Dulu eksportir gula terbesar dunia, kini Indonesia terikat impor Gula. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menyandang predikat sebagai negara agraris, kondisi dan realitas pertanian Indonesia sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan. Padahal, Indonesia menyimpan rekam sejarah kedigdayaan sebagai pemasok gula di dunia.

Zaman penjajahan Belanda atau sekitar tahun 1930, Indonesia menjadi eksportir gula terbesar nomor dua di dunia. Ini tidak lepas dari peran petani tebu Indonesia. Direktur Eksekutif AGI (Asosiasi Gula Indonesia) Tito Pranoloh menuturkan, kejayaan Indonesia dalam produksi gula telah pudar dan hanya tinggal sejarah.

Kondisi saat ini justru kebalikan dari zaman penjajahan Belanda. Indonesia kini menjadi negara ketiga terbesar mengimpor gula.

"Kita pernah menjadi eksportir gula terbesar dunia ke-2 tahun 1930. Sekarang kita importir terbesar 3 dunia. Lima tahun mendatang kita bisa jadi importir nomor 2 terbesar dunia kalau tidak ada perbaikan," ucap Tito dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (28/4).

Tito menyebut, Indonesia masih mempunyai potensi untuk kembali menjadi negara produsen gula dunia. Itu tergantung cara pemerintah menghargai tebu petani. Jika pemerintah memperhatikan petani tebu, salah satunya bisa diperlihatkan dari penetapan HPP (Harga Pokok Produksi) gula.

"Bagian utama itu adalah gula petani. Pemerintah harus memberikan jaminan pasar dan saat ini saja pemerintah seharusnya sudah mengumumkan HPP, mestinya naik dari yang dulu karena inflasi naik," tegasnya.

Idealnya pemerintah bisa memberi sinyal perbaikan kesejahteraan petani melalui peningkatan harga. Jika ini semua bisa dilakukan, bukan tidak mungkin Indonesia akan mencapai swasembada gula.

"Jika ada jaminan pemerintah tingkat harga yang layak untuk petani mau produksi tebu, putusan pemerintah swasembada gula akan tercapai. Mestinya swasembada gula tetap menjadi tujuan pemerintah sekarang maupun pemerintah akan datang. Indonesia punya potensi untuk itu," tutupnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini