Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR: Jokowi harus hati-hati ubah Rupiah tak berpatok pada USD

DPR: Jokowi harus hati-hati ubah Rupiah tak berpatok pada USD rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan mengingatkan Presiden Joko Widodo agar berhati-hati terhadap rencana kebijakan mengubah persepsi ketergantungan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat alias USD. Heri mengingatkan agar jangan sampai menimbulkan persepsi ketergantungan baru kepada mata uang negara lainnya.

"Permintaan Presiden Jokowi untuk mengubah persepsi ketergantungan Rupiah terhadap Dolar AS jangan sampai menimbulkan persepsi baru bahwa ekonomi kita sedang diarahkan untuk bergantung ke negara lain," kata Heri Gunawan seperti dikutip Antara, Rabu (7/12).

Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra itu, nilai ekspor Indonesia yang rendah ke AS tidak harus direspon dengan mengubah persepsi tersebut. Dia mengingatkan bahwa meski ekspor ke Amerika Serikat tidak setinggi ke sejumlah negara lainnya, tetapi neraca perdagangan dengan AS selalu mengalami surplus.

Sedangkan neraca perdagangan Indonesia dengan mitra perdagangan utama, yaitu China, selalu mengalami defisit.

Heri Gunawan berpendapat bahwa upaya paling efektif untuk menghindari ketergantungan persepsi Rupiah terhadap mata uang lain adalah dengan meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa.

"Semakin kita bergantung ke suatu negara, maka naik-turunnya Rupiah juga akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi di negara tersebut," paparnya.

Presiden Joko Widodo meminta agar Indonesia tidak berpatok pada Amerika Serikat dalam mengukur perekonomian. Salah satunya dengan tidak mengukur perekonomian Indonesia melalui nilai tukar Rupiah terhadap USD, karena ekonomi Amerika sendiri tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan, Dolar AS alias USD bukan patokan dari perekonomian Indonesia. Namun, sebagian besar perdagangan Indonesia dengan beberapa negara yang menggunakan USD.

"Sekarang kita banyak perdagangan dengan negara yang artinya tidak bergantung kepada Dolar. Jadi, mungkin sebagian bisa menggunakan (Dolar), tapi sekali lagi itu tergantung apakah transaksinya dimungkinkan atau tidak," kata Bambang di Jakarta, Rabu (7/12).

Dengan demikian, salah satu cara agar Indonesia tidak berpatok kepada Dolar adalah dengan mengurangi impor. Sehingga, para pelaku ekonomi tidak harus khawatir jika nilai tukar Rupiah terhadap dolar melemah, dan akan mengganggu perdagangan mereka.

"Kurangi impor yang paling bisa," imbuhnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP