Ditinggal Achmad Zaky, Bukalapak Komitmen Setop Bakar Uang

Selasa, 10 Desember 2019 21:17 Reporter : Merdeka
Ditinggal Achmad Zaky, Bukalapak Komitmen Setop Bakar Uang Bukalapak. ©2015 youtube.com

Merdeka.com - Achmad Zaky resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak. Sebelum mengundurkan diri, dia sempat berpesan kepada perusahaan agar tak lagi mengandalkan praktik bakar uang.

Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengutarakan, pihaknya juga telah berkomitmen untuk berhenti membakar uang dan akan mengedepankan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Kalau bicara stop bakar uang itu sesuatu yang subjektif. Tapi kita pada intinya berfokus sustainability dan healthy growth," jelas dia di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (10/12).

Fajrin menganggap program bisnis berkelanjutan merupakan sesuatu yang penting, dan hal tersebut akan menjadi fokus Bukalapak ke depan. "Kalau kita melihat dunia startup global, ternyata memang tren global ke arah sana. Apa yang kita lakukan diikuti market secara umum," ujar dia.

Patron itu pun disebutnya turut jadi perhatian pihak investor. Jika dulu investor mementingkan perkembangan valuasi, kini mereka juga peduli terhadap path to profitability hingga pertumbuhan yang sehat.

Dengan mengedepankan bisnis yang sehat dan berkelanjutan bukan berarti pendapatan Bukalapak berkurang. Rasyid mengatakan, revenue perusahaan justru meningkat tiga kali lipat dari 2018. Namun dia belum mau menyebutkan berapa angka spesifiknya.

"Revenue kita meningkat 3 kali lipat dibanding tahun lalu. Dari sisi burn berkurang sepertiganya dibanding tahun lalu. Itu menunjukkan komitmen kita menuju sustainability," tukas dia.

1 dari 1 halaman

Komposisi C-Suite

Para Pendiri Bukalapak mengumumkan akan adanya perubahan komposisi di level C-Suite terhitung efektif tanggal 6 Januari 2020. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari rencana jangka panjang perusahaan memasuki dekade kedua dan dalam rangka membangun bisnis e-commerce yang berkelanjutan (sustainable).

Dengan perubahan ini, komposisi C-Suite baru Bukalapak terdiri dari: Rachmat Kaimuddin sebagai CEO, Fajrin Rasyid sebagai Presiden dan Co-Founder, Nugroho Herucahyono sebagai Chief Technical Officer (CTO) dan Co-Founder, Willix Halim sebagai Chief Operating Officer, Natalia Firmansyah sebagai Chief Financial Officer, Teddy Oetomo sebagai Chief Strategy Officer, dan Bagus Harimawan yang baru bergabung di Juli 2019 sebagai Chief of Talent.

"Kami memulai Bukalapak dengan semangat pribadi untuk menciptakan dampak positif bagi UMKM. Saya bangga dalam waktu 10 tahun, Bukalapak dikenal di peta dunia sebagai e-commerce Indonesia yang terkemuka. Sekarang, kami mengajak Rachmat bergabung dengan Bukalapak karena kepemimpinannya bisa mengarahkan Bukalapak ke tingkat yang lebih hebat lagi. Saya percaya Rachmat adalah orang yang tepat, bagian dari tim yang tepat, di posisi yang tepat, dan datang pada waktu yang tepat," ucap Achmad Zaky.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Kemendag dan Bukalapak Kerjasama Dorong 1.000 UKM Bisa Ekspor
Bos Bukalapak Sebut Penerapan Aturan E-Commerce Butuh Waktu 2 Tahun
Mundur dari BukaLapak, Achmad Zaky Pernah Masuk Daftar Orang Kaya Hartanya Rp1,5 T
Kemenkeu Ingin Bayar Pajak Bisa Lewat Aplikasi Bukalapak
Achmad Zaky Mundur, CEO Bukalapak Digantikan Rachmat Kaimuddin Mulai Januari 2020
Bukalapak Angkat Rachmat Kaimuddin Sebagai CEO Baru

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini