Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Banten, mengadakan pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar dapat menembus pasar nasional hingga internasional. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak akademisi.
Pelatihan ini diselenggarakan di Tangerang pada hari Jumat, 10 Januari 2026, dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan para pelaku UMKM. Banyak UMKM masih menghadapi kendala dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat. Padahal, laporan keuangan yang baik sangat krusial untuk keberlanjutan usaha mereka.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disperindagkop UKM, Dody Ardiansyah, menjelaskan bahwa melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola arus kas masuk dan keluar. Mereka juga akan dapat menghitung keuntungan secara tepat, serta memahami kondisi finansial bisnisnya.
Advertisement
Advertisement
Materi pelatihan manajemen keuangan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting. Di antaranya adalah perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang akurat. Pemisahan keuangan bisnis dan pribadi juga ditekankan untuk menjaga kesehatan finansial usaha.
Selain itu, peserta juga dibekali teknik-teknik praktis untuk meningkatkan omzet secara terukur. Dody Ardiansyah menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah agar UMKM tidak hanya beroperasi di tingkat regional. Mereka diharapkan dapat naik kelas ke level nasional bahkan internasional.
Tantangan utama yang dihadapi UMKM seringkali terletak pada pengelolaan keuangan yang belum optimal. Banyak yang belum terbiasa membuat laporan keuangan yang sistematis. Hal ini menyulitkan mereka dalam mengambil keputusan bisnis yang strategis.
Advertisement
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen keuangan, UMKM dapat merencanakan investasi, mengelola utang piutang, dan mengidentifikasi potensi pertumbuhan. Ini adalah langkah fundamental menuju keberlanjutan dan ekspansi usaha.
Advertisement
Direktur UMKM Tangerang Raya, Babe Azdin, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga memperkenalkan solusi teknologi. Salah satunya adalah aplikasi OJRE, sebuah kasir digital yang dirancang khusus untuk UMKM. Aplikasi ini merupakan tindak lanjut konkret dari program pemerintah.
Aplikasi OJRE hadir untuk memudahkan pelaku UMKM dalam mencatat transaksi harian mereka. Fitur-fitur yang disediakan meliputi pembayaran digital, notifikasi suara, dan pemantauan stok barang. Ini sangat membantu dalam efisiensi operasional.
Dengan adanya OJRE, rekapitulasi keuangan mingguan atau bulanan menjadi lebih mudah dan akurat. Teknologi ini memungkinkan UMKM untuk memiliki catatan finansial yang rapi. Data tersebut penting untuk analisis dan pelaporan.
Advertisement
Pemanfaatan teknologi digital seperti OJRE menjadi krusial di era saat ini. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi. Tetapi juga membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan pasar. Serta memenuhi standar pencatatan keuangan modern.
Advertisement
Rektor Universitas Raharja, Abas Sunarya, menyatakan komitmen penuh dari pihak akademisi. Mereka akan terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Terutama bagi pelaku usaha menengah ke bawah.
Abas Sunarya berharap kolaborasi semacam ini dapat terus bertumbuh dan memperbaiki segala kekurangan yang ada. Dorongan untuk hal-hal bermanfaat bagi kepentingan daerah sangat penting. Tujuannya agar UMKM lokal mampu menembus level nasional.
Beliau menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa yang tidak boleh surut. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan akademisi, sangat diperlukan. Ini untuk memastikan UMKM tetap resilient dan berkembang.
Advertisement
Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci. Ini untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif. Dengan demikian, UMKM dapat terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Sumber: AntaraNews