Dipanggil Jokowi, Bos Bappenas Laporkan Kajian Pemindahan Ibu Kota

Jumat, 23 Agustus 2019 18:07 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Dipanggil Jokowi, Bos Bappenas Laporkan Kajian Pemindahan Ibu Kota Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro rapat dengan DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan tersebut, Bambang menyerahkan dua kajian terkait pemindahan ibu kota, yakni mengenai struktur tanah dan dampak ekonomi pembangunan kota baru.

"Dua detail itu terkait dengan struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan kota baru. Jadi sudah kami serahkan, dan Presiden akan melihat dan mereview dan mudah-mudahan setelah itu akan ambil keputusan," kata Bambang usai bertemu Jokowi di Jakarta, Jumat (23/8).

Terkait apakah pemindahan ibu kota resmi di Kalimantan Timur, Bambang belum mau menjabarkan. Dia meminta publik agar bersabar dan akan diumumkan oleh Jokowi. "Lokasi nanti diumumkan, sabar. Yang umumkan Presiden dah, gitu saja," ungkap Bambang.

Selain itu, dia juga tidak mau menanggapi pro dan kontra para anggota DPR yang tidak sependapat dengan pemindahan ibu kota. Menurutnya, nanti pemerintah akan menjelaskan proses dan alasan mengapa ibu kota dipindah.

"Siapa DPR menentang. Kalau satu dua anggota ya, jadi nanti ada prosesnya," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut bahwa pemerintah belum menentukan lokasi ibu kota baru. Jokowi mengatakan masih menunggu beberapa kajian lagi terkait pembangunan ibu kota baru menggantikan DKI Jakarta itu.

"Akan kita umumkan pada waktunya, masih menunggu kajian, tinggal satu, dua kajian yang belum disampaikan kepada saya," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Kamis (22/8).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu enggan berbicara lebih jauh soal lokasi pemindahan ibu kota. Sejauh ini, pemerintah baru memutuskan bahwa ibu kota pengganti DKI Jakarta dipindahkan ke Pulau Kalimantan.

"Masih menunggu kajian, dua kajian," ucap dia. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini