Diharapkan jadi Sumber Pembiayaan, Pertumbuhan Asuransi di Indonesia Masih Rendah

Selasa, 3 Desember 2019 15:03 Reporter : Dwi Aditya Putra
Diharapkan jadi Sumber Pembiayaan, Pertumbuhan Asuransi di Indonesia Masih Rendah Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya mendorong agar pertumbuhan industri asuransi di Tanah Air dapat lebih besar lagi. Sektor tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan jangka panjang dalam pembangunan infrastruktur.

"Asuransi itu jadi salah satu penopang industri keuangan kita. Karena dengan makin banyak dana tersedia itu akan makin banyak juga dana untuk membangun pembangunan Indonesia termasuk infrastruktur," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/12).

Lucky mengakui, sejauh ini memang pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga Indonesia masih sangat minim.

Oleh karena itu, untuk mendorong pertumbuhan asuransi pihaknya akan melakukan edukasi secara meluas. Dengan demikian, diharapkan tingkat kesadaran berasuransi di masyarakat akan semakin tinggi.

"Gerak kita bersama adalah, bagaimana kita membangkitkan lagi, menambah lebih banyak lagi pembeli asuransi," katanya.

"Jadi itu pekerjaan rumah kita bersama baik bagi pemerintah, otoritas jasa keuangan, termasuk masyarakat. Jadi program edukasi, program membangkitkan kesadaran untuk berasuransi itu jadi penting," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Beri Insentif Fiskal

Selain melakukan edukasi, upaya yang dilakukan pihaknya dalam mendorong pertumbuhan industri ini adalah dengan cara memberikan insentif fiskal. Kendati begitu, pihaknya masih ingin mengkaji terlebih dahulu apa-apa saja yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat.

"Kita membuat peraturan yang lebih relaksasi, termasuk insentif fiskal. Memang belum ditentukan insentif apa, tapi itu diusulkan oleh forum, karena mau kita kaji dulu," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
Jokowi Ngaku Sudah Beri Cara ke Erick Thohir untuk Selamatkan Jiwasraya
Kemenkeu Beberkan Alasan Jiwasraya Tak Dapat PMN di 2020
Kementerian BUMN Pantau Audit Keuangan Jiwasraya Tiap Minggu
DPR: Ekuitas Negatif Jiwasraya Tanggung Jawab Manajemen Lama
Jasindo Mulai Lirik Asuransi Gedung di Ibu Kota Baru
Gedung di Ibu Kota Baru akan Diasuransikan

Topik berita Terkait:
  1. Asuransi
  2. Kemenkeu
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini