Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Papua, harga 5 barang ini tak masuk akal

Di Papua, harga 5 barang ini tak masuk akal Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Bukan rahasia lagi, harga-harga kebutuhan pokok di Papua sangat mahal. Penyebabnya, minimnya infrastruktur dan transportasi logistik di bumi cendrawasih. Selain itu, demografi yang berbukit-bukit juga menjadi salah satu penyebabnya. Lantaran, kebutuhan pokok harus dikirim hanya dengan pesawat.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sejak terpilih menjadi presiden dan wakil presiden sepakat untuk melakukan pemerataan infrastruktur di Indonesia Timur khusus Papua. Distribusi logistik ke Indonesia Timur terutama Papua masih minim. Dengan begitu, harga barang di bumi cendrawasih menjadi sangat tinggi.

Menurut Jokowi, penyebab utama kesenjangan pembangunan adalah persoalan jalur transportasi. Jalur transportasi darat dan laut yang rusak menjadi kendala utama pembangunan.

Jokowi mengungkapkan, semua pulau di Indonesia harus saling terkoneksi agar mudah dijangkau. Caranya dengan membuat pelabuhan besar di tiap pulau. Setelah itu, kapal besarnya juga harus disediakan agar manajemen distribusi barang menjadi lancar.

Kalau pembangunan dilakukan, Jokowi meyakini pemerataan pembangunan dapat terwujud. Sebab dengan cara ini, biaya transportasi dapat ditekan hingga terjangkau.

Bahkan, harga kebutuhan pokok masyarakat di Papua tak masuk akal. Berikut contoh kebutuhan masyarakat seperti dirangkum merdeka.com:

Gas elpiji

rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Gas elpiji 12 kilogram non-subsidi di Kota dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat sepekan ini mengalami kelangkaan serta harga di tingkat pengecer mencapai Rp 500 ribu per tabung.

Pantauan di sejumlah pengecer elpiji Sorong, harga gas elpiji 12 kilogram non-subsidi berkisar Rp 400 sampai Rp 500 ribu per tabung dan stok terbatas.

Salim (39) pengecer elpiji mengaku menjual gas elpiji 12 kilogram non-subsidi seharga Rp 500 ribu per tabung karena harga di agen naik serta stok terbatas.

Dia mengatakan, harga gas elpiji 12 kilogram non-subsidi di tingkat agen sebesar Rp 275 ribu per tabung namun pengecer menaikkan harga hingga Rp 500 karena pemerintah belum mengatur standar harga elpiji.

"Jika pemerintah mengatur standar harga elpiji maka pengecer tidak akan menaikkan harga sesuka hati," katanya seperti ditulis Antara, Kamis (18/2).

Menurut dia, tingginya harga elpiji tidak berdampak terhadap masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong karena masyarakat pada umumnya lebih banyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar bila dibandingkan elpiji. Terkecuali pemilik usaha warung makan dan restoran.

Linda (45) pemilik usaha warung makan di Sorong, mengatakan pemilik usaha warung makan dan restoran menaikkan harga makanan untuk memperoleh keuntungan karena harga gas elpiji di tingkat pengecer mencapai Rp 500 per tabung.

Nasi ikan misalnya, kata Linda, sebelumnya dijual satu bungkus Rp 15.000 naik menjadi Rp 17.000.

Dia berharap pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong segera mengatasi kesulitan mendapatkan elpiji serta tingginya harga bahan bakar itu.

Bensin

di papua, harga 5 barang ini tak masuk akalRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Gubernur Papua Lukas Enembe merasa heran dengan hiruk pikuk yang terjadi di Jakarta terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, harga BBM di Papua lebih mahal puluhan kali lipat daripada di Jakarta. 

Lukas mengatakan, dirinya merasa sangat heran dengan polemik wacana kenaikan BBM yang digulirkan pemerintah. Menurut dia, masyarakat Papua selama ini tidak ada masalah dengan harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya di Papua yang mencapai harga selangit. 

"Harga bensin di Puncak Jaya sana satu liter itu Rp 100 ribu, di sini naik sekitar Rp 6 ribu saja sudah ribut-ribut," kata Lukas. 

Hal ini disampaikan Lukas saat melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso terkait pembahasan otonomi khusus Papua di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/5). 

Selain BBM, lanjut dia, harga yang fantastis terjadi di Papua juga terjadi pada bahan bangunan khususnya semen. Menurut dia, semen di Papua mencapai Rp 2 juta/sak. 

"Semen saja di sana satu sak sampai Rp 2 juta/sak, kalau di Wamena sekitar Rp 400 ribu," imbuhnya. 

Namun demikian, perbedaan harga yang sangat mencolok ini tidak menjadikan rakyat Papua jenuh dan hendak berpisah dengan Indonesia. Lukas menambahkan, tugasnya sebagai orang nomor satu di Papua adalah mensejahterakan rakyat. 

"NKRI harga mati, maka tugas saya mensejahterakan rakyat," tandasnya.

Air mineral

rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Air mineral yang dijual di Papua harganya mencapai Rp 50.000 per botol. Untuk itu, pemerintah saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur logistik di Timur Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan satu kunci agar harga kebutuhan pokok di Papua murah, yakni dibangunnya jalan untuk logistik dari Grasberg ke Ilaga sepanjang 70 km.

"Tapi jalan Grasberg-Ilaga baru bisa dibangun, kalau Freeport mengizinkan jalan Timika-Grasberg bisa dilewati kendaraan logistik," kata dia.

Dia menegaskan jalan yang dibangun Freeport Indonesia yakni Timika-Grasberg tidak dibuka untuk umum, alasannya karena faktor keamanan.

Telur

di papua, harga 5 barang ini tak masuk akalRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan. Harga telur naik sekitar Rp 20.000 atau mencapai Rp 70.000 per rak.

Pantauan di Pasar Remu Kota Sorong, satu rak yang berisikan 30 butir telur ayam dijual pedagang mencapai Rp 70.000, melonjak dari sebelumnya sekitar Rp 50.000.

Salah seorang pedagang di Pasar Remu Kota Sorong, Ismail Daeng (45), mengaku menjual satu rak yang berisikan 30 butir telur ayam seharga Rp 70.000. Hal ini dilakukan guna memperoleh keuntungan karena harga di tingkat peternak maupun agen juga naik.

Kenaikan harga telur, kata Ismail, disebabkan karena keterbatasan stok telur dari peternak sementara permintaan oleh konsumen di kota itu meningkat.

Dia menyampaikan, selain telur ayam ras sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Kota Sorong juga mengalami kenaikan harga, namun tidak begitu tinggi seperti kenaikan harga telur.

"Harga beras, misalnya, kini Rp 12.000 per kilo, naik Rp 2.000 dari harga sebelumnya Rp 10.000," ujarnya seperti ditulis Antara, Selasa (15/12).

Menurut dia, pada H-3 menjelang perayaan Natal harga daging dan bahan pokok di Kota Sorong diperkirakan juga akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

"Naik dan turunnya harga bahan pokok tidak dihiraukan oleh masyarakat di sini karena pada umumnya harga barang di Papua sangat mahal dan tidak stabil seperti di daerah lain di Indonesia," tambah dia.

Rumah murah

rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah segera merealisasikan proyek pembangunan satu juta rumah murah mulai awal April 2015. Namun, diakui proyek ini tak lagi murah di daerah Papua.

Hal itu diungkapkan Plt Direktur Jendral Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Maurin Sitorus di Jakarta. Dia beralasan mahalnya rumah di wilayah Timur Indonesia itu dikarenakan akses sulit dicapai.

"Yang mahal di Papua. Harga semen juga 20 kali mahal dibanding Jawa. Kalau di Papua itu nantinya satu rumah bisa seharga Rp 180 juta," kata Maurin, Jakarta, Kamis (6/3).

Dia menambahkan, masyarakat di sekitaran ibukota DKI Jakarta, tidak perlu khawatir tidak akan mendapat rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harga rumah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tentunya lebih murah dibandingkan di Papua.

Maurin memprediksi harga yang akan diberikan di kisaran seratus juta. Sedangkan, ukuran rumah tersebut mempunyai luas bangunan 36 meter persegi dengan tanah 60 meter persegi.

"Untuk di Jabodetabek harganya sekitar Rp 120 juta sampai Rp 130 juta," ungkapnya.

Meski begitu, kata Maurin, harga jual rumah MBR nanti tergantung tanah yang didapat. Sebab, proyek satu juta rumah ini nantinya akan dibantu Pemerintah Daerah (Pemda) dan para pengembang.

"Kalau tanah dari pemerintah tentu lebih murah," terangnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP