Dengar Curhat Pelaku UMKM, Menko Airlangga Minta Menperin Bantu Peralatan Produksi

Kendala lain yang dihadapi adalah hingga saat ini seluruh proses produksi masih dilakukan manual karena belum memiliki peralatan yang memadai.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Dengar Curhat Pelaku UMKM, Menko Airlangga Minta Menperin Bantu Peralatan Produksi
Menko Airlangga dan Pelaku UMKM. istimewa ©2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengunjungi Kabupaten Klaten dan bertemu langsung dengan para pelaku UMKM. Ini dilakukan untuk memastikan usaha mereka tetap berjalan di masa pandemi.

Beberapa UMKM yang dikoordinir Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Klaten sempat berbincang dengan Menko Airlangga dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menceritakan tentang usaha mereka. Menko Airlangga mendengarkan aspirasi pelaku usaha yang ingin didukung oleh Pemerintah dalam bentuk peralatan dan izin BPOM agar usahanya terus berkembang.

Salah satunya Yamik Tri Jarwani, pemilik usaha Watu Leter yang salah satu produknya Wedang Rempah Merapi sempat mendapat permintaan dari Mancanegara seperti Austria dan Prancis dan Australia.

"Sayangnya sejak pandemi jalur permintaan seolah terputus," ujarnya dikutip dari keterangan Kemenko Perekonomian di Jakarta, Minggu (15/8).

Kendala lain yang dihadapi adalah hingga saat ini seluruh proses produksi masih dilakukan manual karena belum memiliki peralatan yang memadai.

"Untuk dukungan peralatan, Kementerian Perindustrian pasti akan membantu," jawab Menko Airlangga.

UMKM merupakan salah satu sektor yang terdampak negatif dalam masa pandemi. Meski demikian, di sisi lain banyak para pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi digital sehingga keterlibatan UMKM dalam pasar digital makin meningkat. Pemerintah telah mengeluarkan bantuan insentif fiskal bagi UMKM dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk dukungan berupa pelatihan melalui Program Kartu Prakerja.

Pada tahun 2020, realisasi dukungan untuk UMKM telah mencapai Rp112,26 triliun. Dengan mempertimbangkan fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan guna mendukung UMKM untuk terus berkembang, alokasi anggaran yang disediakan bagi UMKM dan korporasi pada tahun 2021 yakni sebesar Rp171,77 triliun.

Lepas Ekspor

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga melepas ekspor telur tetas hasil dari UMKM Klaten. Apresiasi diberikan kepada pengusaha karena telah berhasil mengembangkan usahanya hingga mengekspor telur tetas ke negara Myanmar dan Vietnam.

"Biasanya kita yang impor dari Myanmar, sekarang sudah berhasil ekspor telur tetas ke Myanmar dan Vietnam. Saya mengapresiasi karena ini jarang. Kita harus dorong dan harus terus bertambah ekspornya. Agustus 66.000 butir, September 99.000 butir serta November dan Desember 145.000 butir," tutur Menko Airlangga.

Rekomendasi