Defisit Neraca Transaksi Berjalan Turun, Menko Airlangga Banggakan Program B20

Jumat, 8 November 2019 15:37 Reporter : Anggun P. Situmorang
Defisit Neraca Transaksi Berjalan Turun, Menko Airlangga Banggakan Program B20 Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia merilis defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2019, sebesar USD 7,7 miliar atau sekitar 2,7 persen dari PDB. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai USD 8,2 miliar atau sekitar 2,9 persen dari PDB.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, defisit neraca transaksi berjalan membaik dipengaruhi oleh penggunaan Biodiesel 20 persen (B20) yang digalakkan sejak tahun lalu.

"Ya ini kan ada perbaikan dari hasil unemployment rate naik. Sehingga dengan demikian ekonomi kita bergerak jadi lapangan pekerjaan terserap kemudian neraca perdagangan kan ada perbaikan dari non migasnya naik, migas turun sedikit. Ini mencerminkan program B20 berjalan," ujar Airlangga di Kantornya, Jakarta, Jumat (8/11).

Airlangga mengatakan, ke depan pemerintah masih akan terus mengoptimalkan penggunaan B20 untuk berbagai sektor. Selain itu, pemerintah berencana meningkatkan peran kelapa sawit atau biodiesel dalam bahan bakar hingga 100 persen.

"Oleh karena itu, ke depan salah satu prioritas rapat kemarin kita akan merapikan untuk B30. dan kita sedang buat roadmap B30, B40, B70 sampai B100. Sehingga ini salah satu langkah quick win untuk neraca perdagangan," jelasnya.

Untuk mendorong transaksi berjalan agar tidak mengalami pelebaran defisit, pemerintah akan memperkuat kinerja ekspor serta investasi. "Nilai tambah yang kita dorong dari segi produk ekspor kita tingkatkan, dan kemudian kalau dilihat investasi juga cukup meningkat," kata Airlangga.

1 dari 1 halaman

Program B20 Hemat USD 1,66 Miliar

Wakil Menteri Kementerian ESDM, Arcandra Tahar pernah menyebut bahwa program mandatori campuran solar dengan 20 persen biodiesel (B 20) yang dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu telah memberikan penghematan terhadap impor solar. Tercatat sejak Januari sampai Juli 2019 program B20 mampu menghemat sebesar USD 1.66 miliar

"Kita tadi evaluasi berapa penghematan dari penerapan B20 dari Januari sampai Juli, ada sekitar USD 1,66 miliar," kata dia usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (12/8) lalu.

Arcandra menambahkan untuk volume penggunaan Fatty Acid Methyl Esters (FAME) pada Januari hingga Juli 2019 sudah mencapai 2.947.764 kiloliter (KL) atau sekitar 97,4 persen dari target kumulatif hingga pertengahan tahun. Target penyerapan FAME hingga akhir tahun sendiri telah mencapai sebanyak 6,2 juta kiloliter (KL).

"Itu dari FAME 44 persen dari alokasi. pencapaian sudah 97,4 persen dari target," imbuh dia,

Sementara itu, terkait dengan program B30, Arcandra menyebut pihaknya masih melakukan uji coba dan akan berakhir pada Oktober mendatang. "Tesnya masih berjalan hingga Oktober. Kita sedang evaluasi sambil berjalan," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
Menko Airlangga Bakal Promosi Kelapa Sawit di Hannover Messe 2020
ESDM: Implementasi B30 Akan Dimulai Januari 2020
ESDM: Uji Coba B30 Ditargetkan Selesai Oktober 2019
Hingga September 2019, Realisasi B20 Mencapai 4,49 Juta Kl
Uji Coba Penerapan B30 Berjalan Mulus, Produsen Diklaim Tak Keberatan
ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Oktober 2019 Naik Menjadi Rp7.358 per Liter

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini